Warek II UIM Ingat Alumni PMII Terus Berkontribusi Terhadap Kemajuan Institusi

UIM NEWS – Wakil Rektor II Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali, Badruddin Kaddas, M.Ag., Ph.D mengikatkan kepada alumni untuk terus berkontribusi terhadap institusi terutama para alumni kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

“Para alumni dan kader PMII untuk terus meberikan kontribusi positif terhadap pengembangan instusi kita Universitas Islam Makassar, karena bukan kita para alumni yang memikirkan ini maka siapa lagi yang memikirkan UIM,” pungkasnya.

Hal tersebut disampaikan Badruddin pada saat membuka kegiatan Istighosah Kebudayaan dan Temu 1000 Kader Pergerakan yang di selenggarakan oleh Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa IsIam Indonesia (KALAM PMII) Metro Makassar di halaman Gedung PWNU Sulsel dan UIM Al-Gazali, Sabtu (24/12/2023).

Badruddin mengatakan Satu-satunya organisasi kemahasiswaan yang ada di NU yang menjadi wadah untuk mencetak inteltual ialah Pergerakan Mahasiswa IsIam Indonesia (PMII).

“Dan saya harap alumni juga melihat, siapa kader-kader yang memang bisa siap untuk kita persiapkan untuk tetap menjaga ini kampus,” ujarnya.

Itulah yang dulunya, lanjutny, bahwa kampus Universitas IsIam Makassar digagas untuk menciptakan kedar Nahdlatul Ulama (NU).

“Gagasan Profesor Husein Abas memang bahwa Universitas IsIam Makassar (UIM) ini didirikana adalah wadah untuk mencetak, menciptakan kader Nahdatul Ulama (NU) dan dibawhnya keder NU itu adalah tidak lain dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII),” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa IsIam Indonesia Metro Makassar atas pelaksanaan kegiatan Istighosah Kebudayaan dan Temu 1000 Pergerakan.

“Saya ucapkan selamat, semoga dari Itighosah Kebudayaan dengan temu 1000 kader pergerkan ini adalah hal yang sangat luar biasa dan mudah-mudahan, saya harapkan setelah dikusi ada konribusi-kontribusi positif terhadap pengembangan instusi kita Universitas Islam Makassar, karena bukan kita para alumni yang memikirkan ini maka siapa lagi yang memikirkan UIM,” Imbuhnya.

Kegiatan tersebut di hadiri oleh seluruh alumni Pergerakan Mahasiswa IsIam Indonesia (PMII) Universitas IsIam Makassar (UIM) Al-Gazali Metro Makassar, dan para kader mahasiswa.

UIM NEWS – Rektor Universitas IsIam Makassar (UIM) Al-Gazali, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., MA membuka kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) Fest Pergerakan Mahasiswa IsIam Indonesia (PMII) Komisariat UIM Cabang Metro Makassar di Auditorium KH Muhyiddin Zain, Rabu (26/10/2023).

Pada Mapaba Fest, Rektor UIM Al-Gazali memberikan tiga pesan penting kepada para peserta, anggota dan pengurus PMII.

Pertama Rektor UIM Al-Gazali menekankan tentang kultur berPMII yang bergaya dan berperilaku santri.

“Kultur berPMII, dimaknai bahwa berkultur ala PMII tidak lain adalah gaya santri, jadi orang yang masuk PMII berarti sudah menyantrikan diri tanpa pesantren,” katanya.

Menurutnya, mendapatkan gelar sebagai seorang santri dengan setelahnya mondok tetapi ada jalan yaitu dengan masuk di PMII.

“Kalo digelar dengan santri setelah mondok ternyata ada jalan lain, buka jalan pintas, tetapi jalan lain untuk menjadi santri tanpa mondok masuk saja di PMII berarti anda sudah menjadi santri itu artinya berkultur PMII,” ujarnya.

“Karena saya lihat anak PMII sekalipun bukan dari pesantren tapi akhlaknya itu kayak anak santri itu PMII, itulah yang harus dirawat, harus dijaga karena simbolnya kultur yang menjadi unggulan dari anak-anak PMII,” sambungnya.

Kedua, Rektor UIM Al-Gazali mengingatkan sebagai kader PMII harus berperan penting dalam memanfaatkan teknologi untuk mendakwahkan ajaran IsIam yang benar.

“Kita ini berada di era digital, dakwah dengan gaya khasnya anak-anak santri dan anak PMII harus juga aktif di media sosial. Saya yakin semua yang hadir disini punya kemampuan digital, kemampuan itulah yang dimanfaatkan oleh setiap kita, baik itu pengurus maupun anggota PMII untuk mendakwahkan ajaran-ajaran Wasatiyah.

Terakhir, Rektor Muammar menekankan pentingnya peran keder PMII menjaga dan mengkulturieasikan idiologi Ahlussunnah Wal Jamaah.

“Sebagai anak PMII harus bagaimana mengidologikan diri kita ini dan orang lain. Kalo kita mengangkat diri kita dengan prinsip-prinsip keAswajaan yang diajarkan oleh para ulama kita oleh para Syekh kita, maka kita sudah berhasil melakukan idiologisasi dalam diri kita,” pungkasnya.

Ketika kita sudah berPMII itu sudah poin besar bagi kita ini untuk bagaimana mengkulturieasikan, mengidologisasikan diri kita sesuai dengan faham Ahlussunnah Wal Jamaah,” tambahnya.

Temu Penulis dan Bedah Buku "TURIKALE dan Kisah Perjalanan" yang berlangsung di Pelataran Rektorat Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali secara luring dan daring, Sabtu (09/09/2023).

UIM NEWS – Temu Penulis dan Bedah Buku “TURIKALE dan Kisah Perjalanan” yang berlangsung di Pelataran Rektorat Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali secara luring dan daring, Sabtu (09/09/2023).

Kegiatan ini dihadiri Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris UIM Al-Gazali, penerbit jejak Pustaka Yogyakarta, komunitas KAREBA, Kompasianer Makassar, UKM Seni Akustik UIM Al-Gazali, dan Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Metro Makassar.

Hadir secara virtual yakni Ari Prasetyo Nugroho pemimpin redaksi Jejak Pustaka, Y Edward Horas Jintak pendiri komunitas pencinta cerpen, komunitas KOPAJA Jakarta, Alumni dan Dosen Sastra Inggris UIM Al-Gazali, serta Dekan Fakultas Agama Islam UIM Al-Gazali Dr. Djaenab, HB Hasan Basri.

Kegiatan temu penulis dan bedah buku “TURIKALE dan Kisah Perjalanan” ini adalah salah satu bentuk kegiatan kesusastraan yang digagas oleh program Studi Sastra Inggris UIM Al-Gazali bersama komunitas literasi UIM Al-Gazali.

Pada kegiatan ini hadir 3 orang penulis hebat sebagai Narasumber atau Pembedah Buku Arif Hukmi selaku penulis dan akademisi, Wahyu Gandi G selaku penulis dan alumni sastra UGM, serta Vino AK selaku penulis dan juga Ketua Umum Demisioner UKM Seni Akustik UIM Al-Gazali.

Dalam hal ini, penulis buku “TURIKALE dan Kisah Perjalanan” A. Samsu Rijal, S.S., M.Hum mengatakan bahwa Kegiatan literasi ini merupakan upaya untuk meningkatkan kegiatan literasi atau dunia tulis menulis mahasiswa UIM Al-Gazali dan masyarakat di kota Makassar khususnya melalui komunitas literasi.

“Kegiatan ini merupakan upaya untuk mengembangkan kegiatan literasi atau melatih mahasiswa UIM Al-Gazali dalam dunia menulis melalui komunitas literasi yang kami buat,” Ucap Samsu Rijal.

Buku “TURIKALE dan Kisah Perjalanan” merupakan kumpulan puisi yang ditulis oleh Samsu Rijal yang juga selaku Ketua Program Studi Sastra Inggris. Puisi-puisi dalam buku ini menggambarkan berbagai tema kehidupan, mulai dari pengalaman pribadi, perjalanan, keluarga, cinta, hingga pesan moral yang mendalam.

Rektor Universitas Islam Makassar (UIM Al-Gazali), Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., MA menghadiri pelantikan Pengurus Pergerakan Mahasiswa IsIam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas IsIam Makassar (UIM Al-Gazali), di Auditorium KH Muhyiddin Zain, Senin (21/08/2023).

UIM NEWS – Rektor Universitas Islam Makassar (UIM Al-Gazali), Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., MA menghadiri pelantikan Pengurus Pergerakan Mahasiswa IsIam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas IsIam Makassar (UIM Al-Gazali), di Auditorium KH Muhyiddin Zain, Senin (21/08/2023).

Rektor UIM, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., MA didampingi Wakil Rektor II, Badaruddin Kaddas, M.Ag., Ph.D, Kepala Biro, Ahmad Najib, S.Ag., M.Pd, Koordinator MKWK Aswaja, Sekretaris P2UB, Dekan FKIP dan Sastra, Dekan Fakultas Hukum, Dekan Fakultas Sosial dan Ilmu Politik, Kaprodi Pedidikan Agama IsIam, Kaprodi Sastra dan Koordinator Pembina PMII Komisariat UIM serta tamu undangan.

Dalam pelantikan tersebut, Dr. H. Abd. Rahim Mas P. Sanjata, M.Ag selaku Koordinator Pembina Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Makassar (UIM Al-Gazali) mengawali sambutannya menyampaikan bahwa organisasi ekstrakurikuler yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang boleh masuk di UIM.

“Organisasi ektstrakulikuler yang dianggap dan diakui dikampus ini adalah organisasi yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja)”, Tegas Koordinator Pembina PMII Komisariat UIM Al-Gazali.

Hal ini kami perjuangkan untuk dimasukkan kedalam statuta bahwa organisasi ekstrakurikuler yang boleh masuk di kampus UIM adalah organisasi yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yaitu adalah PMII, Tambahnya.

Prof. Dr. H Muammar Bakry, Lc., MA dalam hal ini Rektor UIM Al-Gazali juga memberi sambutan sekaligus arahan dan harapannya kepada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Makassar (UIM Al-Gazali).

“UIM Al-Gazali yang merupakan kampus berbasis Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang wajib dijaga oleh kader PMII”, Ucap Rektor UIM Al-Gazali

Ia juga berharap dengan adanya pelantikan pengurus baru Pergerakan Mahasiswa IsIam Indonesia tentu dapat melakukan pola kaderisasi dasar idiologi Aswaja dengan baik.

“Tentu saya menaruh harapan dalam melakukan pola kaderisasi dalam ideologi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) kepada mahasiswa, dan tentu kita saling bekerja sama dalam memajukan kampus UIM”, Tegasnya.

Hal ini yang menjadi dasar Rektor UIM Al-Gazali dan harap kerjasama dalam memajukan kampus UIM dalam hal keilmuan yang integratif berbasis Aswaja dalam membentuk manusia berilmu dan berkarakter seperti yang dituangkan dalam visi misi UIM Al-Gazali.