UIM Siap Dampingi Papua Barat Kelola Limbah Sagu Jadi Jamur

UIM NESW Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat melakukan kunjungan inisiasi kerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali, Rabu (12/11/2025).

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari Rencana Pengembangan Budidaya Jamur Berbasis Limbah Sagu di Kabupaten Teluk Wondama melalui Program FOLU Net Sink 2030 RBC Tahap 2 dan 3 Dinas Kehutanan Papua Barat.

Rombongan Dinas Kehutanan Papua Barat disambut langsung oleh jajaran pimpinan Universitas Islam Makassar. Turut hadir Wakil Rektor I, Prof. Dr. Ir. Ahmad Hanafi, ST., MT., dan Wakil Rektor II, Badruddin Kaddas, S.Ag., M.Ag., Ph.D.

Wakil Rektor I, menyampaikan kerja sama ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah.

“Universitas Islam Makassar selalu membuka diri untuk berkolaborasi dalam program pemberdayaan masyarakat dan pengembangan sumber daya alam secara berkelanjutan. Inisiatif ini sangat relevan dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat Papua Barat,” ujar Prof. Ahmad Hanafi.

Dari Fakultas Pertanian, hadir Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Ir. Herman Nursaman, MP, didampingi Wakil Dekan, Dr. Syamsul Rahman, S.Pt., M.Si, Ketua Prodi Kehutanan, Asjulia, S.Hut., MP, serta dosen Prodi Kehutanan Muh Ichwan Kadir, S.Hut., M.Hut.

Kehadiran mereka menegaskan komitmen Fakultas Pertanian dalam menjalin kolaborasi strategis untuk pembangunan wilayah.

Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah III Teluk Wondama, Ely S. Leihitu, SP., M.Hut., memaparkan latar belakang kunjungan dan urgensi program ini.

Menurutnya, pemanfaatan limbah sagu sebagai media budidaya jamur memiliki prospek besar karena bahan bakunya melimpah di Papua Barat.

Selain dapat menjadi solusi pengelolaan limbah, inovasi ini berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Kami berharap pendampingan dari akademisi UIM dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam memproduksi jamur dan mengembangkan produk turunan yang bernilai ekonomi,” ungkap Ely Leihitu.

Program tersebut menjadi bagian dari kegiatan pelatihan, pendampingan teknis, serta pengembangan inovasi produk olahan hasil budidaya jamur yang akan dilaksanakan secara bertahap.

Kerja sama yang dijajaki ini mencakup pendampingan teknis mulai dari persiapan media tanam, proses inokulasi, hingga produksi baglog jamur. Fakultas Pertanian UIM siap menerjunkan akademisi yang memiliki kompetensi dalam teknologi budidaya jamur.

“Fakultas Pertanian UIM memiliki tenaga ahli dan fasilitas laboratorium yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan budidaya jamur di Papua Barat. Kami siap mendampingi masyarakat Teluk Wondama dalam setiap tahapannya,” tutur Dr. Herman Nursaman.

Selain budidaya, kolaborasi ini juga berpeluang menghasilkan berbagai inovasi produk berbasis jamur yang dapat menciptakan nilai tambah ekonomi, misalnya produk pangan, pakan ternak, hingga bahan baku industri kreatif.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman untuk segera melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan masyarakat di Kabupaten Teluk Wondama.

Rencana kegiatan telah dijadwalkan pada 14–16 November 2025, dengan melibatkan satu orang akademisi dari Fakultas Pertanian UIM yang akan memfasilitasi proses pendampingan teknis di lapangan.

Program ini diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan serta memperkuat jejaring kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah di kawasan timur Indonesia.

Inisiatif ini juga menegaskan komitmen UIM Al-Gazali dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat dan pemberdayaan komunitas berbasis potensi lokal.