UIM dan Unismuh Makassar Perkuat Sinergi Akademik Agribisnis
UIM NEWS – Program Studi Agribisnis Pascasarjana Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali dan Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar resmi menandatangani nota kesepahaman kerjasama, Rabu (11/09/2024).
Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat lantai 3 Gedung Rektorat UIM dan dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Agribisnis Pascasarjana UIM Al-Gazali, Dr. Ir. Andi Kasirang T. Baso, M.Si, serta Ketua Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Nadir, SP., M.Si.
Penandatanganan kerjasama ini disaksikan oleh Wakil Rektor I Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali, Ir. Ahmad Hanafi, ST., MT, Direktur Pascasarjana UIM Al-Gazali, Dr. H. Nurdin, S.H., M.H., Ketua Bidang Kurikulum dan Akreditasi Ikatan Program Studi Agribisnis Indonesia (IPSAGRI), Dr. Muis Ilsan, serta perwakilan dari berbagai program studi agribisnis di seluruh Indonesia Timur.
Kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi akademik antara kedua institusi, khususnya dalam pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) atau pendidikan berbasis capaian yang menjadi fokus utama pada tahun 2024.
Melalui nota kesepahaman ini, diharapkan tercipta sinergi yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di bidang agribisnis.
Selain penandatanganan nota kesepahaman, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan program “IPSAGRI Berbagi” yang membahas perkembangan kurikulum perguruan tinggi terbaru, khususnya implementasi kurikulum berbasis OBE.
Diskusi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait penerapan kurikulum yang menekankan pada capaian pembelajaran mahasiswa.
Dr. Ir. Andi Kasirang T. Baso, M.Si, menyampaikan harapannya agar kerjasama ini dapat menjadi langkah awal yang baik untuk menciptakan lulusan agribisnis yang unggul dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami optimis kolaborasi ini akan membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu agribisnis,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Nadir, SP., M.Si menambahkan bahwa kerjasama ini adalah langkah strategis dalam menghadapi tantangan global di bidang agribisnis.
“Kerjasama ini merupakan bagian dari upaya kami untuk terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian,” tuturnya.
Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan kedua institusi dapat saling mendukung dalam meningkatkan mutu pendidikan agribisnis, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
