In Memoriam Sahabatku DR HM Arfah Shidiq MA

Oleh: Ahmad M. Sewang, Ketua Umum DPP IMMIM

UIMsmart News — Sejak di S1 saya mengenal almarhum, lebih akrab lagi ketika bersama aktif di IMMIM menyambut kedatangan abad ke-15 hijriyah di tahun 1979. Kita waktu itu masih pengurus remaja masjid di bawah yuridiksi DPP IMMIM, almarhum di Jl. Kandea, dan saya di Jl. Maipa, Masjid Aqsha.

Di DPP IMMIM ada Majalis Pemuda yang diketuai almarhum Moh Yamin Amna BA. Dalam rangka menyambut abad ke-15 Hijriah itulah Bang Yamin mengkoordinir perlombaan cerdas cermat Alquran dan sirah Nabawi yang dipusatkan di Islamic Centre IMMIM.

Almarhum Arfah Shidiq begitu sibuk waktu itu, karena beliau terlibat sebagai panitia.
Cerdas cermat begitu ramai peminatnya, sampai Aula IMMIM membeludak peminatnya disebabkan semua grup remaja masjid di seluruh kota Makassar yang tersebar di semua kecamatan dilibatkan.

Setelah kami ditakdirkan melanjutkan studi di Fakultas Pascasarjana di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 1987, kami bertemu lagi. Saya mewakili IAIN Alauddin sedang beliau mewaki IKIP Makassar.

Kelebihan beliau yang, terus terang, yang kami tidak miliki adalah bisa menempatkan diri sebagai penasehat jika ada teman yang over acting. Sehingga teman-teman mahasiswa, khusus dari Makassar, selalu menjaga prilakunya tetap dalam bingkai akhlakul karimah.

Di belakang saya sadari bahwa dalam setiap komunitas seharusnya ada yang selalu berperan sebagai penasehat. Sebab tidak ada jaminan pada setiap orang bisa selamanya berdiri di atas jalan lurus. Dari sini jika dikenang interaksi selama studi di Jakarta seharusnya kita semua berterima kasih pada almarhum yang boleh dikata mampu mengambil posisi sebagai penyelamat.

Setelah selesai studi, kami kembali ke Makassar. Awalnya, beliau dosen tetap di IKIP, tidak lama beliau pindah ke Kopertis kemudian dosen DPK di UMI (Universitas Muslim Indonesia) dan sempat meraih karir sebagai Wakil Rektor IV dan kemudian melanjutkan sebagai Wakil Rektor I di Universitas Islam Makassar (UIM) sebelum ajal datang menjemput.

Di samping telah mewakafkan diri sebagai tenaga edukasi juga memenuhi panggilan agamanya sebagai mubalig. Sudah tiga kepemimpinan di DPP IMMIM, beliau selalu duduk sebagai pengurus di lembaga mubalig itu, sejak kepemimpinan almarhum, Allahuyarham, H. Fadli Luran, Drs. AGH Muhammad Ahmad, sampai di bawah kepemimpinan saya.

Ketika saya terpilih pada periode ke 2 kalinya, lagi-lagi saya minta pada beliau duduk sebagai pengurus, beliau pun masih siap dengan senang hati. Sepanjang kepungurusan saya, kami selalu bisa bekerja sama dengan baik. Beliau adalah seorang sahabat yang baik, mubalig senior yang banyak memberi kontribusi pemikiran.

Saya bisa mengambil kesimpulan, “Almarhum Dr HM Arfah Shidiq MA seorang hamba Allah yang bergerak terus, tanpa mengenal halte sebagai pendidik dan mubalig.” Dalam diri seorang pejuang, memang ada komitmen, satu-satunya halte pemberhentian jika ajal sudah datang menjemput.”

Mari kita mendoakan semoga semua amal jariah yang telah ditinggalkan mendapat pahala di sisi Yang Maha Pengasih. Akhirnya, saya mengucapkan selamat jalan sahabatku, “ENGKAU TELAH MEWAKAFKAN SELURUH HIDUPMU DI DUNIA PENDIDIKAN DAN DAKWAH.” Semoga sahabatku bahagia di dunia sana, menikmati amal ibadah yang engkau tekah berikan. Amin!.■