UIM Tatap Kerjasama Internasional dengan Kulliyah al Dakwah Libya, Wakili Asia Tenggara

UIM News — Universitas Islam Makassar (UIM) menjajaki kerjasama internasional dengan lembaga pendidikan tinggi Kulliyah al Dakwah al Islamiyah, Libya.

Rencana kerjasama tersebut dibahas dalam pertemuan persiapan kerjasama internasional yang dilakukan secara virtual, Selasa (23/2/2021).

“Rencana kerjasama ini menjadi prioritas dengan perhatian khusus dari kami pimpinan di UIM. Insyallah akan menjadi kebaikan bersama dan semakin meneguhkan UIM sebagai perguruan tinggi Islam terkemuka,” ujar Rektor UIM DR Ir Hj A Majdah M Zain MSi saat membuka pertemuan.

Hadir pada pertemuan tersebut tim UIM terdiri dari Wakil Rektor I Prof DR H Arfin Hamid SH MH, WR 2 DR H La Sumange MSi, Dekan Fakultas Agama yang juga ketua tim kerjasama, Prof Dr H Najamuddin H Abd Safa MA didampingi Sekretaris Tim Muh Fihris Khalik SS MA PhD yang merupakan Dekan Fakultas Sastra dan Humaniora. Hadir pula beberapa pimpinan UIM.

Sedangkan tim dari Kulliyah al-Dakwah al-Islamiyah hadir Wakil Ketua Yayasan Internasional Jam’iyyah Bidang Kerjasama Prof Ibrahim Arrabu, Anggota bidang Kerjasama Dr Abdullah Hamid al Haraamah, Dekan Fakultas Dakwah Islamiyah Dr Abu Bakar Abu Suair dan Direktur Cabang Sinegal DR Muhammad Al Imam.

Kerjasama tersebut akan menetapkan UIM sebagai perwakilan Kulliyah al Dakwah al Islamiyah Libya di Asia Tenggara. “Bagi calon mahasiswa di Indonesia khususnya dan se-Asia Tenggara yang ingin melanjutkan kuliah S1, S2 dan S3 di al Dakwah al Islamiyah harus mendaftar dan bisa kuliah di UIM, tidak perlu ke Libya,” jelas Arfin Hamid.

Najamuddin mengungkapkan dari pertemuan sore tadi atau pukul 10 pagi untuk waktu Tripoli Libya, delegasi Yayasan Internasional Jam’iyyah al Dakwah al Islamiyyah akan segera berkunjung ke UIM.

“Jika tak ada halangan terkait dampak Covid19 delegasi Libya akan ke Makassar dua pekan ke depan. Mereka akan meninjau fasilitas kampus UIM hingga lahan yang akan mereka bangunkan fasilitas sesuai standar mereka,” ungkapnya.

Sementara Ibrahim Arrabu menilai rencana pembukaan cabang kuliah tersebut sebagai langkah besar untuk pembinaan dan kemajuan ummat Islam.

“Kami memang sudah lama menargetkan untuk buka cabang di Asia Tenggara. Kerjasama serupa saat ini sudah dilakukan di Karachi Pakistan, Sinegal, dan lainnya,” ujarnya dari ruang rapat Yayasan Jam’iyyah di Tripoli.

Arfin menambahkan, pihaknya dalam merealisasikan rencana kerjasama tersebut akan memperhatikan dan mempertimbangan rambu dan hukum hubungan internasioal Indonesia dan Libya.■ fir