Mengajar di Thailand, Modal Kepercayaan Diri dari UIM

Program KKN dan PPL international adalah program yang dinaungi oleh Private Schools at Special Zone Association of Songkhla Thailand.

Beberapa mahasiswa dari perguruan tinggi swasta yang ada di Indonesia ditempatkan di provinsi- provinsi berbeda di Thailand selatan selama 4 bulan. Saya (Fitra Ashari) dan dua teman lainnya Nurlaila dan Ahmad Resa Pahlevi ditunjuk sebagai utusan Universitas Islam Makassar (UIM). 

Saya ditempatkan di provinsi Nakhon Si Thammarat tepatnya di Prateepsat Ismail Memorial School (PIMS). PIMS merupakan sekolah swasta Islam yang merupakan bagian dari “Prateepsasana School Network” yang dikelola oleh keluarga Pitsuwan. Disekolah ini saya ditempatkan bersama 2 teman dari kampus yang berbeda. 

Pertama kali menginjakkan kaki disekolah ini rasanya sangat bahagia dan terharu. Pihak sekolah dan seluruh siswa menyambut kami dengan senyuman dan sapaan.

Kami diperkenalkan sebagai Intern baru di depan seluruh warga sekolah. Semua siswa sangat antusias melihat kami, terlihat jelas di wajah mereka yang tampak begitu bahagia diselingi dengan teriakan-teriakan antusias “teacher teacher teacher teacher”. Siswa-siswa di sini sangat ramah, sampai sekarang teriakan-teriakan tersebut selalu ada.

Di minggu pertama dan kedua, kami belum dapat jadwal mengajar. Kami hanya mengobservasi beberapa kelas dan membuat media mengajar seperti flashcards dibantu oleh dua Teacher Filipina.

Di minggu ketiga hari pertama, kami melakukan demonstrasi dan kebetulan saya dinilai oleh Mrs.Sukainah Pitsuwan Daraman. Rasanya sangat senang dan bangga tapi disisi lain sangat menegangkan karena dinilai langsung sama Ibu Director, tapi Alhamdulillah semua bisa teratasi dengan baik.

Di sekolah ini saya mengajar anak SD dan TK. Mengajar anak SD dan TK merupakan tantangan yang cukup berat bagi saya pribadi karena diusia tersebut mereka hanya ingin bermain, nonton tv, dan terkadang moodnya naik turun ditambah bahasa mereka yang sangat sulit dipahami.

Dalam proses belajar mengajar di kelas, siswa-siswa sangat sulit diatur, mereka sering keluar masuk kelas, berkelahi, lari-lari dan lain-lain. Terkadang saya dibantu dengan wali kelas untuk mendiamkan mereka dan mengartikan ke bahasa Thailand agar mereka mengerti.

Butuh 1 bulan lebih bagi saya untuk beradaptasi dengan mereka dan setelah itu saya mulai beradaptasi dan mengetahui beberapa kosakata yang membantu saya untuk mengatasi siswa-siswa di kelas.

Materi-materi yang kami ajarkan dalam kelas berupa vocabulary seperti vegetables, animals, food, clothes, transportation, dan lain-lain. Selain itu kami juga diwajibkan mengajar phonics (cara membaca). Media-media yang kami gunakanpun bervariasi seperti menggunakan flashcards,  tv, poster, worksheets dan media lainnya. Games juga menjadi aktivitas yang wajib dilakukan dalam kelas karena mereka senang bermain.

Di luar kelas kami juga diwajibkan untuk melakukan kegiatan lainnya seperti mengajar Qira’ati, IEP, Morning Essambly, Morning Greeting dan beberapa program lainnya seperti Teacher’s day yang diadakan bulan Januari, English Camp dan Scout yang akan dilaksanakan di bulan ini. 

Di luar aktivitas sekolah kami sering diajak jalan-jalan sama staff sekolah seperti ke pantai, mall, restaurant, taman, dll. Semua kebutuhan kami disinipun terpenuhi. Oleh karena itu saya ingin berterima kasih sebesar-besarnya kepada keluarga, Seluruh pihak Universitas Islam Makassar dan pihak asosiasi dan juga seluruh pihak Pratheepsat Ismail Memorial School.■