Bekerja dengan Ketaqwaan dan Keikhlasan

Kita harus memiliki tekad bahwa hari ini harus lebih baik dibanding hari kemarin. Karena kita tak ingin menjadi orang yang merugi, yakni orang yang hari ini tak lebih baik dari hari kemarin.

Untuk sebuah perubahan dan perbaikan kita perlu bermuhasabah diri, demikian pula dengan seorang pimpinan tetap perlu melakukan evaluasi diri. Sebab orang-orang yang cerdas adalah orang yang selalu memuhasabah diri sendiri.

Termasuk memuhasabah atas amanah pekerjaan yang dibebankan. Kita bekerja untuk kehidupan yang lebih baik mengembang amanah sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kita masing-masing.

Kita bekerja jangan melihat masa jabatan semata. Agar kita tak dianggap hanya berorientasi pada kekuasaan.

Seseorang pemimpin harus punya warisan melakukan yang terbaik, bukan semata karena jabatan.

Para pejabat dilantik untuk menjalankan amanah, bukan cuma menginginkan kedudukan dan menyandang jabatan tapi tidak amanah.

Prinsip bekerja hanya karena berorientasi jabatan mencerminkan kita bukanlah seorang yang amanah dan tidak Aswaja.

Kampus kita adalah kampus Islam. Pemimpinnya pun harus menjadi contoh, menjadi teladan adab dan akhlak Islam.

Sebab Allah tidak menilai hambanya karena jabatannya yang tinggi tapi karena ketaqwaan dan keikhlasannya.

Sebuah visi dan target kelembagaan akan mudah dicapai jika ada kerjasama yang baik, saling mengingatkan, saling memotivasi untuk tujuan UIM ke depan yang lebih baik.

Mari kita tetap terus berpikir kedepan sampai tujuan kita tercapai. Apa yang kita bisa berikan untuk UIM bukan apa yang bisa kita ambil di UIM ini.■ fir