Imam Besar Masjid Istiqlal, Ingatkan Mahasiswa UIM untuk Lebih Banyak Mencari Hikmah

UIM NEWS – Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta. Anre Gurutta (AG) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, memberikan wejangan kepada mahasiswa Universitas IsIam Makassar (UIM) Al-Gazali, dan kader Pergerakan Mahasiswa IsIam Indonesia untuk tidak hanya mencari ilmu tetapi juga mencari hikmah.

Menurutnya, barang siapa yang mendaptakan hikma, maka otomatis pasti tidak akan nganggur, itu pasti akan mendaptkan kebaikan yang unlimited, tanpa batas, jadi kalo di perguruan tinggi yang lain itu mencari ilmu tapi kalo disini kita mencari ilmu sekaligus mancari hikamah.

“Anak-anak ku sekalian, kalian semua yang ada disini bukan hanya mencari pengetahuan melalui jalur logika, karena pengetahuan itu ada dua macam, ada pengetahuan yang diperoleh melalui olah nalar, ada pengetauan yang diperoleh melalui olah batin. Jadi ananda semua disini, jangan hanya mencari ilmu ditempat ini, tapi juga cari hikmah, kalau ilmu itu terlalu kecil, tapi kalo hikmah itu akan diberikan kepada segelintir orang, hanya yang masuk saja di UIM saja mungkin,” pungkasnya.

Hal ini disampaikan Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menghadiri kegiatan Istighosah Kebudayaan dan Temu 1000 Kader Pergerakan yang dilaksanakan oleh Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa IsIam Indonesia (PMII) Metro Makassar di Auditorium KH. Muhyiddin Zain-UIM, Sabtu (23/12/2023).

Untuk itu ia menyampaikan, hikam itu lebih besar dari pada ilmu, maka itu nanti akan melihat, alumni UIM atau siapapun yang masuk dalam filosofi keilmuan yang dikembangkan oleh UIM maka, akan mengawinkan antara ilmu dan hikamah, sesunggunya itulah PMII.

“Memang yang paling tepat untuk memperbesarkan PMII itu adalah UIM, filosofi UIM itu, ingat istilah yang baku dalam PMII. UIM kalo bersinergi dengan ulama pasti itu akan sangat perpeluang melahirkan ulama, syarat kalo untuk menjadi ulama kaliber kualitas tinggi itu harus PMII. Kalo mau menjadi ulama 24 karat salah satu persyaratanya harus masuk PMII,” ucapnya.

Ketua Umum Pengurus Pusat As’adiyah itu juga memberikan apresiasi kepada Prof. Dr. Ir. Hj. A. Majdah M. Zain, M.Si atas kepemimpinannya sebelumnya, manjadi Rektor Universitas IsIam Makassar, dalam memberikan perkembangan dan kemajuan kampus UIM Al-Gazali.

“Alhamdullah, kita mendapatkan bagungan yang sangat istimewah ini, orang ngak pernah mimpi punya kampus sebesar ini UIM, tapi dimana ada kamuan disitu pasti ada jalan. Saya mohon betul kepada pimpinan, mari kita melanjutakn roh kepemimpinan UIM ini dengan mengigat siapa pendirinya, ini didirikan betul-betul sebagai upaya untuk mensejahterkan umat Nahdaltul Ulama. Dan Alhamdulillah, dibawaah kepemimpinan, ibu Majdah, UIM bisa diantarkan seprti ini,” katanya.

Ia juga meyakini dengan adanya keberlangsungan kepemimpinan UIM Al-Gazali yang sekarang yang dikomandoi oleh Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag akan segera membuka Fakultas Kedokteran.

“InsyaAllah profesor Muammar Bakry, besok dan seterusnya ini kita akan harapkan UIM ini segera mungkin membuka Fakutas Kedokterannya. Saya sangat yakin begitu kita buka Fakultas Kedoteran, maka calon mahasiswanya itu akan membeludak, bukan saja Fakultas Kedoteran tetapi terangkat fakultas lain,” ujarnya.

“Saya tahu persisis izinya, sudah keluar, sudah ada tinggal beberapa persyaratan lain yang harus dilakukan, nah hemat saya mungkin tahun depan kalo bisa dipikrkan, beranilah. InsyAllah, perguruan tinggi yang tidak ada ulamanya saja bisa berkembang, apalagi yang mendirikan ulama dan disampingnya masi banyak ulama, ini punnya Nahdlatul Ulama,” sambungnya.

kegiata tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas IsIam Makassar, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag, didampingi Wakil Rektor I, Dr. Ir. Ahmad Hanafie, ST., MT., IPM. Wakil Rektor II, Badruddin Kaddas, M.Ag., Ph. hadir juga Ketua Badan Pelaksana Harian Yayasan Perguruan tinggi Al-Gazali, Prof. Dr. Ir. Hj, A. Majdah M. Zain, M. Si dan seluruh para kader dan keluarga alumni PMII Metro Makassar.