Simposium Digitalisasi PTNU, Prof Muammar: UIM Menuju Smart Campus

UIM NEWS – Rektor Universitas IsIam Makassar (UIM) Al-Gazali, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., MA menghadiri kegiatan Simposium Nasional Digitalisasi Perguruan Tinggi Nahdatul Ulama (Simposium PTNU) di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Senin (27/11/2023).

Kegiatan Simposium PTNU tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Tinggi Pengurus Nahdatul Ulama (KTP PBNU) yang dihadiri oleh berbagai perguruan tinggi di bawah naungan Nadhatul Ulama.

Saat ini, jumlah perguruan tinggi Nahdlatul Ulama mencapai 254 lembaga pendidikan. Pengelolaannya ada yang langsung dibawah Jam’iyah NU adapula di bawah naungan yayasan (Jamaah NU).

Prof. Muammar Bakry mengapresiasi kegiatan Simposium ini dan mengharapkan Universitas IsIam Makassar (UIM Al-Gazali dapat mewujudkan Smart Campus 100%.

Ia menyampaikan UIM Al-Gazali tengah membenahi Infrastruktur IT, dan segera meluncurkan aplikasi “Silatul Jamiah”.

“UIM Al-Gazali tengah membenahi Infrastruktur IT, memanfaatkan SDM yang memiliki kemampuan digital, dan kita akan segera melaunching aplikasi “Silatul Jamiah”, yang dapat difungsikan untuk kemaslahatan civitas kampus terutama di bidang akademik yang terintegrasi dengan semua unit yang ada di kampus,” ujarnya.

Ditempat yang sama hadir juga Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar, Prof. Dr. Ir. Hj. Majdah M. Zain, M.Si mendukung kegiatan Simposium PTNU dalam mewujudkan Smart Campus yang telah dirintis dimasa kepemimpinan saat menjadi Rektor UIM Al-Gazali.

“Tentu sangat mendukung, Kegiatan Simposium Digitalisasi PTNU, karena UIM Al-Gazali saat ini tengah mengunakan Smart Campus,” ucapnya.

Kegiatan Simposium Nasional Digitalisasi Perguruan Tinggi Nahdatul Ulama (PTNU) ini mengangkat tema, “Transformasi Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi”.

Sementara itu, mewakili Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Prof Nizar Ali yang juga sebagai Sekjen Kemenag menyampaikan bahwa hal yang krusial yang menjadi isu besar menghadapi perkembangan zaman kedepan adalah program digitalisasi sebagai manajemen sistem untuk peningkatan mutu perguruan tinggi.

“Simposium PTNU akan mencakup persiapan dan implementasi sistem digital. Untuk memastikan digitalisasi sukses dipahami dan diimplementasikan Perguruan Tinggi NU di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan tesebut dihadiri oleh, Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin, Mentri Kemendikbud Ristek, Nadiem Makarim, Metri Agama, Yaqut Cholil, serta seluruh pimpinan Perguruan Tinggi NU.

Kedinamisan opsi pengelolaan aset NU itu menjadikan peluang kemandirian kian terbuka lebar. Semangat kemandirian itu malah makin tergenggam erat dimasing-masing institusi perguruan tinggi termasuk UIM yang di bawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Algazali Makassar.

Dapat Gelar Guru Besar, Prof Majdah Banjir Pujian

UIM NEWS – Prof. Dr. Ir. Hj. A. Majdah M. Zain, M.Si mendapatkan gelar Guru Besar dari Universitas IsIam Makassar (UIM) Al-Gazali.

Prof. Majdah mendapatkan gelar Guru Besar di Bidang Ilmu Pertanian atau Agribisnis.

Prof. Majdah resmi menyandang guru melalui pengukuhan rapat senat terbuka UIM Al-Gazali di Auditorium KH Muhyiddin Zain, Rabu (22/10/2023)

Gelar kehormatan di bidang Ilmu pengetahuan ini disandang Prof Majdah lewat penelitiannya berjudul “Agribisnis Global untuk Pembangunan Pedesaan Solusi Transformasi Pasar Digital”.

Prof. Majdah menjadi Guru Besar UIM Al-Gazali berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tentang kenaikan jabatan akademik atau fungsional sebagai Profesor atau Guru Besar dan tertuang pada SK nomor 31113/M/07/2023 telah ditandatangani oleh Mendikbudristek Nadiem Anwar Makariem.

Selepas dari menyandang gelar Guru Besar, Prof. Majdah banjir ucapan selamat atas pencapaian yang diraih.

Ucapan selamat itu diutarakan oleh berbagai lapisan baik, para tokoh, pejabat, pengusaha, akademisi, kerabat, saudara, keluarga dan lembaga organisasi yang dipimpinnya.

Ucapan selamat ada yang diterima secara langsung Prof Majdah saat dilokasi pengukuhan Guru Besar atau Profesor.

Dari pantauan Redaksi Media UIM Al-Gazali. Selain dilokasi pengukuhan, ucapan selamat dengan cara lain juga diterima melalui jarak jauh, salah satunya melalui media sosial.

Ucapan selamat juga dari, Ketua Dewan pembina Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar, DR. (HC) HM. Jusuf Kalla (JK)

Ia memberikan ucapan sekaligus apresiasi yang telah dicapai oleh Prof. Majdah.

“Dalam kesempatan yang berbahagia ini, perkenankan saya menyampaikan selamat kepada ibu Prof. Dr. Ir. Hj. A. Majdah M. Zain, M.Si, atas pengukuhan pada hari ini, untuk mendapat Guru Besar dalam ilmu pertanian,” ucapnya.

JK, berharap dengan adanya pengukuhan Prof. Majdah sebagai Guru Besar di UIM Al-Gazali, bisa mewakafkan kepada mahasiswa.

“Ini tentu hal yang terhormat dan juga prestasi, karena ibu majdah memang sangat aktif dalam keilmuan, yang terakhir menjadi rektor Universitas IsIam Makassar selama lebih sepuluh tahun, yang kedua kegiatan dibidang lain khususnya pertanian, sehingga mudah-mudahan ilmu yang diperoleh kemudian diwakafkan atau diberikan kepada mahasiswa,” tutupnya.

Prof. Dr. Ir. Hj. A. Majdah M. Zain, M.Si mendapatkan gelar Guru Besar dari Universitas IsIam Makassar (UIM) Al-Gazali

Kiprah Prof. Majdah dibidang ilmu pengetahuan patut diacungi jempol. Prof. Majdah merupakan satu-satunya perempuan yang pernah menjabat sebagai Rektor UIM Al-Gazali.

Gelar tertinggi akademik tersebut disematkan kepada perempuan kelahiran Yogyakarta 25 November 1963 ini, sebelumnya Prof. Majdah mendapatkan mandat memimpin kampus dengan desain indah dan unik ini selama 4 periode, sejak tahun 2007 hingga 2023. Saat ini, Prof Majdah telah digantikan oleh Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc. MA.

Prof Majdah Resmi Jadi Guru Besar UIM Al-Gazali

UIM NEWS – Prof. Dr. Ir. H. A. Majdah M. Zain, M.Si resmi menyandang gelar Guru Besar Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali di Bidang Ilmu Pertanian atau Agribisnis.

Gelar Guru Besar, Prof. Majdah resmi melalui pengukuhan rapat senat terbuka UIM Al-Gazali di Auditorium KH Muhyiddin Zain, Rabu (22/10/2023).

Gelar kehormatan di bidang Ilmu pengetahuan ini disandang Prof Majdah lewat penelitiannya berjudul “Agribisnis Global untuk Pembangunan Pedesaan Solusi Transformasi Pasar Digital”.

Pengukuhan Prof Majdah menjadi Guru Besar UIM berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tentang kenaikan jabatan akademik atau fungsional sebagai Profesor atau dan tertuang pada SK nomor 31113/M/07/2023 telah ditandatangani oleh Mendikbudristek Nadiem Anwar Makariem.

Kiprah Prof. Majdah dibidang ilmu pengetahuan patut diacungi jempol. Prof. Majdah merupakan satu-satunya perempuan yang pernah menjabat sebagai Rektor UIM Al-Gazali.

Gelar tertinggi akademik tersebut disematkan kepada perempuan kelahiran Yogyakarta 25 November 1963 ini, sebelumnya Prof. Majdah mendapatkan mandat memimpin kampus dengan desain indah dan unik ini selama 4 periode, sejak tahun 2007 hingga 2023. Saat ini, Prof Majdah telah digantikan oleh Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc. MA.

Rektor UIM Al-Gazali, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., MA mengatakan dengan adanya pengukuhan guru besar, dengan penilaian yang dilakukan Prof. Majdah, ini menjadi referensi kepada dalam menyandingkan Pertanian dan Bisnis.

Karena bertani itu, kata Prof. Muammar sesungguhnya, melanjutkan pekerjaan Tuhan, jadi petani melakukan kegiatan Tuhan sebenarnya.

“Begitu mulianya petani, jadi petani itu melajukan tangan-tangan Tuhan, sehingga kita harapkan memang, yang disampaikan tadi Prof. Majdah, perlu kita kembangkan lagi, jadi petani itu memikirkan perutnya masyarakat dunia,” ucapnya.

Prof. Muammar berharap, dengan adanya kegiatan pengukuhan guru besar UIM Al-Gazali, bisa memberikan motivasi dalam memberikan dorongan untuk kesejahteraan umat.

“Itulah pada kesempatan pengukuhan guru besar kami, Prof. Majdah, ini akan menjadi motivasi untuk kami khusus UIM Al-Gazali untuk tampil bersama masyarakat, dalam kemaslahatan umat,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX, melalui Kapala bagian umum, Syahruddin, ST., MT. mengatakan LLDIKTI Wilayah IX sudah memiliki Guru Besar atau Profesor sebanyak 140.

“LLDIKTI Wilayah IX dalam tahun 2023 ini telah memperoleh SK Guru Besar sebanyak 30 orang sehingga jumlah keseluruhan di LLDIKTI Wilayah IX secara keseluruhan sebanyak 140,” ucapnya.

Pencapaian Guru Besar, kata dia, tentunya menjadi kebanggaan tersendiri, karena memerlukan perjuangan yang tidak mudah untuk meraihnya, tersemat juga tanggung jawab akademik dipundak para Guru Besar, dengan integritas yang tinggi menjadi teladan, untuk terus produktif, berkarya dan berinovasi sesuai dengan bidang keahliannya. Tentu dengan mendukung kemajuan Universitas IsIam Makassar dan juga untuk kemajuan wilayah atau daerah.

“Pengukuhan Guru Besar pada hari ini, pastinya kita sambut gembira, sekaligus menggelorakan semangat dan optimistisme yang besar, terutama bagi sivitas akademika UIM Al-Gazali, untuk terus berupaya memajukan kualitas pendidikannya sehingga mampu berkontribusi dalam membangun sember daya manusia yang unggul dan berdaya saing tinggi,”ujarnya.

Ia juga menyampaikan dengan adanya pengukuhan tesebut akan menginspirasi para dosen dan akademisi untuk segera menjadi guru besar, tentu dengan banyaknya rektor kepala yang dimiliki artinya, punya potensi untuk menambah Guru Besar dalam jumlah yang cukup besar.

“Dengan dikukuhkannya Prof. Dr. Ir. A. Majdah M. Zain, M.Si, pada hari ini, Universitas Islam Makassar, memiliki tambahan SDM yang secara kapasitas sudah sangat teruji keilmuannya, hal ini tentu membuat keberadaan UIM Al-Gazali semakin diakui oleh masyarakat. Sebab jabatan Guru Besar menunjukkan pengakuan akan kompetensi dibidang akademik dengan demikian semakin banyak Guru Besar yang dikukuhkan, menunjukkan semakin banyak pakar yang kita miliki,”sebutnya.

“Ini tentu akan berdampak pada penilaian terhadap Universitas Islam Makassar yang semakin baik dan ini akan semakin meningkatkan kualitas kita sebagai salah satu dari jajaran kampus terbaik di lingkup LLDIKTI Wilayah IX bahkan di tingkat nasional,” tutupnya.

UIM Kukuhkan Prof Majdah Jadi Guru Besar Bidang Pertanian

UIM NEWS – Universitas IsIam Makassar (UIM) Al-Gazali melaksanakan pengukuhan Prof. Dr. Ir. Hj. A. Majdah M. Zain, M. Si menjadi Guru Besar.

Proses pengukuhan tersebut, dilaksanakan melalui rapat senat terbuka UIM Al-Gazali di Auditorium KH. Muhyiddin Zain, Rabu (22/11/2023).

Gelar Guru Besar, dibidang ilmu Pertanian Agrobisnis, dengan judul penelitian “Agrobisnis Global untuk Pembangunan Pedesaan Solusi Tranformasi Pasar Digital”

Pengukuhan Prof. Majdah menjadi Guru Besar UIM Al-Gazali berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tentang kenaikan jabatan akademik atau fungsional sebagai Profesor atau Guru Besar dan tertuang pada SK nomor 31113/M/07/2023 telah ditandatangani oleh Mendikbudristek Nadiem Anwar Makariem.

Rektor Universitas IsIam Makassar (UIM) Al-Gazali, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., MA mengatakan dengan adanya pengukuhan guru besar, dengan penilaian yang dilakukan Prof. Majdah, ini menjadi referensi kepada dalam menyandingkan Pertanian dan Bisnis.

“Disandingkan Pertanian dengan bisnis, Maka profesi pertanian menjadi kaya itu sangat tebuka lebar-lebar. Jadi seharusnya pidato Prof. Majdah ini harus didengarkan oleh para petani, sehingga para petani itu menjadi kaya raya, bangga menjadi petani, bahkan sebenarnya, begitu awalnya kegiatan atau pekerjaan petani, hampir semua orang yang berhasil di masyarakat kita ini itu rata-rata adalah anak petani,” ujarnya.

Karena bertani itu, kata Prof. Muammar sesungguhnya, melanjutkan pekerjaan Tuhan, jadi petani melakukan kegiatan Tuhan sebenarnya.

“Begitu mulianya petani, jadi petani itu melajukan tangan-tangan Tuhan, sehingga kita harapkan memang, yang disampaikan tadi Prof. Majdah, perlu kita kembangkan lagi, jadi petani itu memikirkan perutnya masyarakat dunia,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan dari tangan dan kegiatan seorang petani, bisa memberikan manfaat yang besar kepada semua orang.

“Petani adalah pejuang panganan, sehingga setiap petani, pasti memiliki saham makanan, dari saham pertanian ini, makanya usaha seorang petani, lalu nasinya dimakan oleh manusia, nasinya dinikmati oleh guru, nasinya dinikmati oleh hewan-hewan lainnya, itu mendapatkan sedekah. Itu luar biasa sebenarnya kegiatan petani ini,”

Prof. Muammar berharap, dengan adanya kegiatan pengukuhan guru besar UIM Al-Gazali, bisa memberikan motivasi dalam memberikan dorongan untuk kesejahteraan umat.

“Itulah pada kesempatan pengukuhan guru besar kami, Prof. Majdah, ini akan menjadi motivasi untuk kami khusus UIM Al-Gazali untuk tampil bersama masyarakat, dalam kemaslahatan umat,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX, melalui Kapala bagian umum, Syahruddin, ST., MT. mengatakan dengan adanya pengukuhan Guru Besar akan menginspirasi para dosen dan akademisi untuk segera menjadi guru besar, tentu dengan banyaknya rektor kepala yang dimiliki artinya, punya potensi untuk menambah Guru Besar dalam jumlah yang cukup besar.

“Dengan dikukuhkannya Prof. Dr. Ir. A. Majdah M. Zain, M.Si, pada hari ini, Universitas Islam Makassar, memiliki tambahan SDM yang secara kapasitas sudah sangat teruji keilmuannya, hal ini tentu membuat keberadaan UIM Al-Gazali semakin diakui oleh masyarakat. Sebab jabatan Guru Besar menunjukkan pengakuan akan kompetensi dibidang akademik dengan demikian semakin banyak Guru Besar yang dikukuhkan, menunjukkan semakin banyak pakar yang kita miliki,” sebutnya.

“Ini tentu akan berdampak pada penilaian terhadap Universitas Islam Makassar yang semakin baik dan ini akan semakin meningkatkan kualitas kita sebagai salah satu dari jajaran kampus terbaik di lingkup LLDIKTI Wilayah IX bahkan di tingkat nasional,” tutupnya.