Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali masuk nominasi dan berhak mengikuti seminar dan pameran pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) berbasis proyek.

UIM NEWS – Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali masuk nominasi dan berhak mengikuti seminar dan pameran pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) berbasis proyek.

kegiatan Seminar dan Pameran ini berlangsung di Hotel Novotel Mangga Dua Square, Jakarta (11/12/2023).

UIM Al-Gazali menjadi salah satu Perguruan Tinggi di Indonesia terpilih diantara 46 Perguruan Tinggi lainnya.

Dr. Sadaruddin, M.Pd., yang ditugaskan untuk mengikuti kegiatan tersebut penuh rasa bangga karena dapat membawa UIM Al-Gazali.

“UIM Al-Gazali masuk ke dalam 46 besar perguruan tinggi yang masuk nominasi mengikuti seminar dan pameran pembelajaran MKWK berbasis proyek,” Ucapnya.

Ketua TIM MKWK Dr. Hj. Andi Herawati., menyampaikan bahwa MKWK berbasis proyek merupakan sebuah proyek yang diberikan oleh pemerintah. Oleh karena itu, UIM harus memaksimalkan pelaksanaan program ini.

“Kami akan bekerja keras untuk melaksanakan program ini dengan sebaik-baiknya. Kami yakin bahwa MKWK berbasis proyek akan memberikan manfaat yang besar bagi mahasiswa dan UIM secara keseluruhan,” Pungkasnya

Tim UIM Al-Gazali juga menugaskan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan sesuai permintaan panitia. Odang Parinding salah satu mahasiswa PGSD FKIPS terpilih untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Yang menarik juga, Odang diberikan kesempatan menjadi salah satu narasumber dari lima narasumber perwakilan mahasiswa.

Semoga kegiatan seminar dan pameran yang diisi talk show dengan menampilkan Odang sebagai narasumber dari perwakilan mahasiswa besok berjalan lancar.

Tim MKWK UIM Al-Gazali berharap bahwa pelaksanaan MKWK berbasis proyek dapat memberi manfaat besar bagi mahasiswa dan Institusi secara keseluruhan.

Direktorat Belmawa Lakukan Monev Hibah Bantuan Program MKWK, UIM Tuan Rumah

UIM NEWS – Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbudristek, (Belmawa) bersama Tim Monev melaksanakan Monitoring dan Evaluasi program bantuan pengembangan model pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Perguruan Tinggi Berbasis Proyek Tahun 2023.

Kegiatan Monitoring dan evaluasi (Monev) tersebut dilaksanakan di ruang rapat pimpinan lantai dua gedung rektorat Universitas IsIam Makassar (UIM) Al-Gazali, Jumat (01/12/2023).

Tim Monitoring dan Evaluasi tersebut terkait dengan hibah bantuan pemerintah program pembelajaran mata kuliah wajib pada kurikulum pendidikan tinggi (MKWK) berbasis proyek tahun 2023, dari Subkoordinator Kurikulum dan Capaian Pembelajaran, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Nur Masyitah Syam, S.E dan tim Monev, Prof. Dr. H. Dasim Budimansyah, M.Si.

Dalam monev tesebut sebanyak enam perguruan tinggi penerima bantuan pemerintah program pembelajaran mata kuliah wajib pada kurikulum pendidikan tinggi (MKWK) berbasis proyek tahun 2023.

Diantaranya, Universitas IsIam Makassar (UIM) Al-Ghazali, Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, Universitas Mahammadiyah Bone, Universitas Mahammadiyah Sinjai, Universitas Andi Djemma, dan Universitas Al Asyariah Mandar.

Subkoordinator Kurikulum dan Capaian Pembelajaran, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Nur Masyitah Syam, S.E menyampaikan sesuai dengan keputusan kemendikbud ristek yang menekankan pentingnya model pembelajaran berbasis proyek.

“Sesuiai Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tersebut menekankan pentingnya model pembelajaran berbasis proyek dalam merespon tuntutan dan perkembangan zaman yang berbasis pada nilai-nilai luhur bangsa,” ujarnya.

“Bahwa setiap perguruan tinggi wajib menyelenggarakan mata kuliah Agama, Pancasila, Kewarganegaraan, dan bahasa Indonesia,” sambungnya.

Berdasarkan hal tersebut, kata Nur Masyitah Direktorat perlu melakukan monitoring dan evaluasi kemajuan perguruan tinggi penerima hibah bantuan pemerintah.

“Perlu melakukan survei kemajuan setiap perguruan tinggi penerima hibah sebagai bentuk evaluasi dampak implemantasi pembelajaran Mata Kuliah Wajib pada Kurikulum (MKWK) berbasis proyek. Hasil evaluasi ini akan digunakan sebagai bahan advokasi dan sosialisasi di tahun selanjutnya untuk mendorong implementasi MKWK berbasis proyek dengan lebih luas dan berkelanjutan,”ujarnya.

Dasar kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, sebagaimana disebutkan dalam Pasal 35 bahwa setiap perguruan tinggi wajib menyelenggarakan mata kuliah Agama, Pancasila, Kewarganegaraan, dan bahasa Indonesia dan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 210/M/2023 tentang Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Dalam pembukaan kegiatan monev tersebut di hadiri oleh Rektor UIM Al-Gazali, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., MA didampingi oleh Wakil Rektor I, Dr. Ir. Ahmad Hanafie, ST., MT., IPM., Wakil Rektor II, Badruddin Kaddas, M.Ag., Ph.D, Sekretaris Rektor, Dr. Ir. Musdalifah Mahmud, M.Si, Kepala Biro dan Pimpinan Fakultas.

Pada Kesempatan ini, hadir juga Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Yayasan Perguruan Tinggi Al-Ghazali Universitas IsIam Makassar (UIM), Prof. Dr. Ir. A. Majdah M. Zain, M.Si.

Rektor UIM Al-Gazali, Prof. Muammar memberikan apresiasi kepada penyelenggara atas penunjukan UIM sebagai tuan rumah pelaksanaan monitoring dan evaluasi (Monev) program MKWK.

“Tentu kami ucapkan terimakasih atas, penunjukan UIM Al-Gazali sebagai tempat pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengembangan model pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Perguruan Tinggi tahun 2023,” ujarnya.

Sebelumnya, kata dia UIM Al-Ghazali menjadi tuan rumah pelaksanaan Monitoring dan evaluasi.

“UIM Al-Ghazali sudah keempat kali menjadi tempat pelaksanaan monitoring dan evaluasi dari bagian program bantuan hibah dari pemerintah,” ucapanya.

Ia berharap, kegiatan monev tersebut berjalan maksimal sesuai dengan ketentuan yang telah dilaksanakan.

“Kami berharap kegiatan ini bisa berjalan maksimal, tentu dengan bantuan bapak ibu tim monev dapat memberikan arahan sesuai dengan ketetuan yang sudah ditetapkan,” tambahnya.

UIM Jadi Tuan Rumah Monev Hibah Bantuan Program MKWK

UIM NEWS – Universitas IsIam Makassar (UIM) Al-Gazali kembali menjadi tuan rumah pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK), di ruang rapat pimpinan Gedung Rektorat lantai 3, Jumat (01/12/2023).

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi tersebut terkait dengan hibah bantuan pemerintah program pembelajaran mata kuliah wajib pada kurikulum pendidikan tinggi (MKWK) berbasis proyek tahun 2023.

Tim monev dari Subkoordinator Kurikulum dan Capaian Pembelajaran, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Nur Masyitah Syam, S.E dan Tim Monev program bantuan pengembangan model pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Perguruan Tinggi Berbasis Proyek Tahun 2023, Prof. Dr. H. Dasim Budimansyah, M.Si.

Dalam pembukaan kegiatan monev tersebut di hadiri oleh Rektor UIM Al-Gazali, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., MA didampingi oleh Wakil Rektor I, Dr. Ir. Ahmad Hanafie, ST., MT., IPM., Wakil Rektor II, Badruddin Kaddas, M.Ag., Ph.D, Sekretaris Rektor, Dr. Ir. Musdalifah Mahmud, M.Si, Kepala Biro dan Pimpinan Fakultas.

Pada Kesempatan ini, hadir juga Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Yayasan Perguruan Tinggi Al-Ghazali Universitas IsIam Makassar (UIM), Prof. Dr. Ir. A. Majdah M. Zain, M.Si.

Kegiatan monev ini dilakukan dalam rangka mengukur kinerja serta memastikan pelaksanaan program mata kuliah wajib Kurikulum (MKWK) sesuai dengan tujuan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Rektor UIM Al-Gazali, Prof. Muammar memberikan apresiasi kepada penyelenggara atas penunjukan UIM sebagai tuan rumah pelaksanaan monitoring dan evaluasi (Monev) program MKWK.

“Tentu kami ucapkan terimakasih atas, penunjukan UIM Al-Gazali sebagai tempat pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengembangan model pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Perguruan Tinggi tahun 2023,” ujarnya.

Sebelumnya, kata dia UIM Al-Ghazali menjadi tuan rumah pelaksanaan Monitoring dan evaluasi.

“UIM Al-Ghazali sudah keempat kali menjadi tempat pelaksanaan monitoring dan evaluasi dari bagian program bantuan hibah dari pemerintah,” ucapanya.

Ia berharap, kegiatan monev tersebut berjalan maksimal sesuai dengan ketentuan yang telah dilaksanakan.

“Kami berharap kegiatan ini bisa berjalan maksimal, tentu dengan bantuan bapak ibu tim monev dapat memberikan arahan sesuai dengan ketetuan yang sudah ditetapkan,” tambahnya.

Sementara itu, Subkoordinator Kurikulum dan Capaian Pembelajaran, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Nur Masyitah Syam, S.E yang memiliki minimal dua SKS.

“Yang masuk dalam mata kuliah MKWK ini sebanyak empat, yaitu pancasila, agama, bahasa Indonesia, dan kewarganegaraan,” ujarnya.

Tercatat sebanyak enam perguruan tinggi penerima bantuan pemerintah program pembelajaran mata kuliah wajib pada kurikulum pendidikan tinggi (MKWK) berbasis proyek tahun 2023.

Diantaranya, Universitas IsIam Makassar (UIM) Al-Ghazali, Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, Universitas Mahammadiyah Bone, Universitas Mahammadiyah Sinjai, Universitas Andi Djemma, dan Universitas Al Asyariah Mandar.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Selatan sambut tim Pengembangan Model Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) berbasis Proyek Univesitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali

UIM NEWS – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Selatan sambut tim Pengembangan Model Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) berbasis Proyek Univesitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali, Selasa (17/10/2023)

Tim pengembangan MKWK UIM Al-Gazali dipimpin Dr. Hj. Andi Herawati, M.Ag., didampingi Ketua Lembaga MKWK UIM Al-Gazali Dr. Hj. Mardyawati, M.Pd., Supriadi, S.Pd., M.Pd., Muhajirin, S.Fil.I., .Fil.I., dan Dr. Sadaruddin, M.Pd.

Prof. Dr. Abd. Rahim Yunus, M.A., mengawali penerimaan dengan memperkenalkan FKUB dan jajaran pengurus yang hadir. Ia memaparkan bahwa FKUB di Sulsel ada 6 agama yang tergabung. 

“Agama yang tergabung dalam FKUB Sulsel ini yaitu Agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu”, ungkap Prof. Abd Rahim Yunus.

Dalam hal ini ketua Tim MKWK menyampaikan dasar kerjasama yang akan dijalin dengan FKUB Sulsel.

“Implementasi pembelajaran MKWK berbasis proyek di Perguruan Tinggi dengan memilih beberapa tema proyek yang disarankannya dan salah satunya adalah kerukunan antar umat beragama”, terangnya.

Dr. Hj. Mardyawati, M.Pd., dalam pertemuan ini mengungkapkan program yang akan dilaksanakan secara bersama-sama.

“Kedepannya FKUB akan gelar road to campus sehingga apa yang menjadi dasar kerjasama hari ini dapat diimplementasikan melalui kegiatan tersebut”, ujarnya.

Prof. Abd Rahim Yunus sangat mengapresiasi kedatangan tim pengembangan model MKWK berbasis proyek UIM Al-Gazali dan menyatakan siap menjalin kerjasama.

“Saya siap bekerjasama dengan tim MKWK UIM Al-Gazali,” pungkasnya.

UIM NEWS – Pekan kedua Universitas IsIam Makassar (UIM) Al-Gazali, melalui lembaga Aswaja kembali melaksanakan Halaqah Mahasiswa Baru di Masjid As-Shahabah-UIM, Kamis (12/10/2023).

Halaqah tersebut merupakan salah angenda UIM melalui mata kuliah Pendidikan Agama Islam yang dikelola dibawa Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) dielaborasi menjadi mata kuliah berbasis pesantren.

Wakil Rektor II, Badruddin Kaddas, M.Ag., Ph.D mengatakan dengan adanya kegiatan pengajian Halaqah tersebut bisa memupuk karakter Mahasiswa.

“Pengajian Halaqah adalah kegiatan yang baik untuk memupuk karakter mahasiswa, terutama mahasiswa baru,” ucapnya.

Ia juga mengatakan melalui kegiatan Halaqah tersebut Mahasiswa dapat mendalami nilai-nilai Agama Islam.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memperdalam pemahaman agama Islam dan memperkuat nilai-nilai moral mereka,” ujarnya.

Dalam pekan kedua, Halaqah Universitas IsIam Makassar (UIM) Al-Gazali, Dr. KH. Ruslan Wahab MA saat memberikan pengajian menyampaikan keutamaan dalam menjaga Ahlak.

Katib Syuriah PWNU Sulsel itu mengatakan sebagai manusia, terutama Mahasiswa Universitas IsIam harus menjaga diri dari Ahlak yang tidak baik.

“Suatu sifat baik yang biasanya akan memiliki akhlak yang baik juga dan sebaliknya jika seseorang yang memiliki sifat tidak baik cenderung memiliki akhlak yang tercela,” ucapnya.

Secara terpisah, Koordinator UP MKWK UIM Al-Gazali, Dr. Mardiyawati, M.Ag menyampaikan pembelajaran seperti ini baru pertama kali dilaksanakan oleh kampus UIM dalam memahami teori dari para ahli.

“Model pembelajaran pesantren khalaqah seperti ini baru pertama kali di terapkan di UIM Al-Gazali dimana harapannya selain mahasiswa bisa paham secara teoritis dari para ahli (Gurutta) dan tentunya akan diberikan pendampingan dari para dosen untk praktek pelaksanaannya,” ujarnya.

Kegiatan Halaqah tersebut dihadirkan juga para kyai sebagai narasumber untuk 6 pekan kedepan diantaranya: Dr. KH. Ruslan, MA, Prof. Dr. Najamuddin, Ag. Dr. KH. Baharuddin, Prof. Dr. Muammar Bakry, Dr. KH. Amirullah Amri dan Prof. Dr. Abd. Kadir Ahmad.