Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pilitik (SEMA FISIP) Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali menggelar dialog demokrasi

UIM NEWS – Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pilitik (SEMA FISIP) Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali menggelar dialog demokrasi, Senin (15/07/2024).

Pada dialog demokrasi ini SEMA FISIP UIM Al-Gazali mengangkat Tema “Menopang Ikhtiar Demokrasi Dalam Komitmen Pilkada“.

Tema ini menyoroti pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokrasi lokal, khususnya dalam konteks Pilkada sebagai salah satu pilar utama demokrasi di tingkat daerah.

Dialog Demokrasi ini merupakan sebuah forum diskusi yang bertujuan untuk mendalami dan menggali berbagai aspek terkait proses demokrasi dalam konteks Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Hadir sebagai Narasumber pada dialog ini Ketua Bawaslu Sulawesi Selatan Mardiana Rusli, S.E., M.I.Kom, Anggota KPU Sulawesi Selatan Romy Harminto, M.Ag., dan Direktur Lapar Sulsel M. Iqbal Arsyad.

Di tengah berlangsungnya dialog demokrasi Mardiana Rusli menegaskan kepada peserta dialog bahwa dalam menjaga keberlangsungan demokrasi nantinya segala elemen masyarakat maupun adik-adik mahasiswa harus berpartisipasi dalam pilkada.

“Saya harap seluruh elemen masyarakat maupun adik-adik mahasiswa ini harus berpartisipasi dalam keberlangsungan pilkada 2024 yang akan datang,” Tegas Mardiana.

Mardiana juga mengatakan bahwa peran strategis masyarakat dan mahasiswa dalam mendukung proses demokrasi, baik sebagai pemilih maupun sebagai agen perubahan yang mempromosikan nilai-nilai demokrasi.

Di harapkan dialog ini dapat menjadi wahana untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan mahasiswa UIM Al-Gazali dalam membangun demokrasi yang lebih kuat dan berkelanjutan di tingkat lokal.

SEMA FISIP UIM gelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK)

UIM NEWS – Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Makassar (SEMA FISIP UIM) Al-Gazali gelar pembukaan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di Auditorium KH.Muhyiddin Zain. Senin,(15/07/2024).

Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan merupakan jenjang kaderisasi kedua yang berada di Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik UIM Al-Gazali yang diadakan setiap periode kepengurusan untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan.

Dalam pembukaan kali ini dihadiri oleh Kepala bagian kemahasiswaan, Alumni dan Kampus Aswaja, Dekan FISIP UIM Al-Gazali, Ketua Prodi, Ikatan Alumni serta tamu undangan.

Muhammad Al Qadri, selaku Ketua Umum SEMA FISIP UIM Al-Gazali dalam sambutannya mengharapkan agar kader FISIP UIM bisa menjadi pemimpin yang responsif.

“Kami dari jajaran pengurus senat mengharapkan LDK tahun ini bisa melahirkan kader yang berjiwa kepemimpinan yang berintelektual, berintegritas serta responsif dalam berorganisasi sesuai dengan tema yang kami angkat dalam kegiatan ini.” Ungkap Qadri.

Selanjutnya, Dr, Nahdiana selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIM Al-Gazali dalam sambutannya menegaskan bahwa Proses Latihan Dasar Kepemimpinan ini wajib diikuti oleh seluruh elemen mahasiswa FISIP UIM.

“Kegiatan ini wajib diikuti karena di kelas mahasiswa sudah mendapatkan teori mengenai kepemimpinan jadi di kegiatan ini mahasiswa harus mengimplementasikannya.” Tegasnya.

Khutbah Jumat: Keutamaan Menyantuni Anak Yatim dan Puasa Hari Asyura di Bulan Muharram

UIMMuharram merupakan bulan istimewa dan termasuk salah satu di antara empat bulan yang dimuliakan Allah swt. Di antara kemuliaannya adalah adanya hari Asyura, waktu yang tepat untuk menyantuni anak yatim dan meraih keutamaan puasa sunah di dalamnya.

Khutbah I

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِن سَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

أَمَّا بَعْدُ، فَيَاعِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، يَا أَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، وَقَالَ: اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ. صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمِ

Sidang Jumah yang dirahmati Allah

Pertama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah swt. Dzat yang tiada hentinya melimpahkan karunia-Nya kepada kita semua, termasuk nikmat taufik, hidayah, dan nikmat berjamaah Jumah seperti sekarang ini.

Shalawat teriring salam semoga tercurah kepada Baginda Alam, Habibana Muhammad saw. Shalawat dan salam juga semoga terlimpah kepada para sahabat, para tabiin dan tabiatnya, hingga kepada kita semua selaku umatnya.

Tak lupa, melalui minbar ini, khatib sampaikan pesan takwa dan kebaikan, agar kita senantiasa bersungguh-sungguh menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, sehingga kita mendapat ridha dan rahmat-Nya, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Hadirin rahimakumullah

Sebagaimana kita ketahui, Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram. Dalam hadits, Rasulullah saw. bersabda:

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

Artinya, “Zaman berputar seperti hari Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu terdiri dari 12 bulan, di antaranya 4 bulan Haram, tiga bulan berurutan, Dzulqaidah, Dzulhijjah, dan Muharram. Adapun Rajab yang juga merupakan bulannya kaum Mudhar, berada di antara Jumadil Akhir dan Sya’ban.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Kemudian, seperti yang juga masyhur kita ketahui, di bulan Muharram ini ada satu hari istimewa yang disebut dengan hari Asyura. Tepatnya tanggal 10 Muharram. Hari ini kerap disebut sebagai lebaran anak yatim. Bukan tanpa alasan, amalan ini dianjurkan oleh Nabi saw karena keutamaan bulan Muharram dan keutamaan menyantuni yatim sendiri.

Di Tanah Air, kegiatan menyantuni anak yatim pada tanggal 10 Muharram alhamdulillah sudah membudaya. Perintah dan keutamaannya pun sudah ditandaskan langsung oleh Allah dalam Al-Quran:

وَيُطْعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرً

Artinya, “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.” (QS. Al Insan [76]:8).

Sementara dalam hadits, perihal keutamaan menyantuni anak yatim ini telah dipesankan oleh Rasulullah saw:

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ مَسَحَ رَأْسَ يَتِيمٍ لَمْ يَمْسَحْهُ إِلَّا لِلَّهِ كَانَ لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ مَرَّتْ عَلَيْهَا يَدُهُ حَسَنَاتٌ وَمَنْ أَحْسَنَ إِلَى يَتِيمَةٍ أَوْ يَتِيمٍ عِنْدَهُ كُنْتُ أَنَا وَهُوَ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ وَفَرَّقَ بَيْنَ أُصْبُعَيْهِ السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى

Artinya, “Abu Umamah meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda, “Barang siapa mengusap kepala yatim semata-mata karena Allah, maka setiap rambut yang ia usap memperoleh satu kebaikan. Barang siapa berbuat baik kepada yatim di sekitarnya, maka ia denganku ketika di surga seperti dua jari ini.” Nabi memisahkan dua jarinya; jari telunjuk dan jari tengahnya.” (HR Ahmad).

Tak hanya itu, menyantuni dan mengusap kepala anak yatim, juga menjadi penawar hati yang keras, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw.

أَتَى النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – رَجُلٌ يَشْكُو قَسْوَةَ قَلْبِهِ، قَالَ: ” أَتُحِبُّ أَنْ يَلِينَ قَلْبُكَ وَتُدْرَكَ حَاجَتُكَ؟ ارْحَمِ الْيَتِيمَ، وَامْسَحْ رَأْسَهُ، وَأَطْعِمْهُ مِنْ طَعَامِكَ، يَلِنْ قَلْبُكَ وَتُدْرِكْ حَاجَتَكَ

Artinya, “Pernah ada seorang laki-laki sowan kepada Rasulullah dan mengeluhkan kekerasan hatinya, lalu beliau berpesan, ‘Apakah kamu ingin hatimu lembut dan hajatmu terkabul? Sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, berilah ia makan dari makananmu, maka hatimu akan lembut dan hajatmu akan terkabul.’” (HR At-Thabarani).

Hadirin yang dirahmati Allah

Dari pesan ayat dan hadis di atas, dapat ditarik satu kesimpulan bahwa syariat Islam begitu peduli terhadap nasib anak-anak yatim. Bahkan, Rasulullah saw telah mencontohkan secara langsung dan menunjukkan keutamaannya di akhirat kelak orang yang menyantuni anak yatim dengan dirinya seperti jari telunjuk dan jari tengahnya.

Masih banyak lagi keutamaan lainnya yang sepertinya tidak memungkinkan untuk diungkap seluruhnya di sini. Namun, poinnya adalah menyantuni anak yatim merupakan perbuatan mulia, wasilah keselamatan di akhirat, dijanjikan balasan surga, bahkan dekat Rasulullah saw di dalamnya, dan dilembutkan hati serta dekat dengan terkabulnya doa.

Selain itu, menyambut dan mengisi bulan Muharram, dapat kita lakukan dengan amaliah lainnya, antara lain dengan berpuasa Asyura, yang mana keutamaannya sudah masyhur di kalangan para ulama, yakni terhapusnya dosa-dosa satu tahun.

سُئِلَ عَنْ صِياَمِ يَوْمِ عَاشُوْرآءَ؟ قَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Artinya, “Nabi saw. ditanya tentang puasa hari Asyura. Beliau menjawab, ‘Puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu.’” (HR. Muslim).

Hadirin rahimakumullah

Secara historis, puasa ini memang sudah biasa dilakukan oleh umat Yahudi. Menurut riwayat Ibnu Abbas, ketika tiba di Madinah, Nabi mendapatkan mereka malaksanakan puasa ‘Asyura (10 Muharam) dan mereka menyebutkan, “Ini adalah hari raya, yaitu hari dimana Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan Fir’aun. Lantas, Nabi Musa a.s. berpuasa di hari tersebut sebagai wujud syukur kepada Allah.”

Lantas Nabi saw. bersabda, “Akulah yang lebih utama (dekat) terhadap Musa dibanding mereka.” Beliaupun berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umatnya. Namun untuk membedakan dengan umat Yahudi, puasa Asyura ini disertai dengan hari ke-9 atau hari ke-11. Demikian seperti yang dikemukakan oleh Syekh Abu Ishaq As-Syirazi dalam kitab At-Tanbih halaman 67.

Selain puasa di hari Asyura, berpuasa di hari-hari lainnya juga memiliki keutamaan yang luar biasa, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam At-Thabarani dalam Al-Mu’jamus Shaghir:

وَمَنْ صَامَ يَوْمًا مِنَ الْمُحَرَّمِ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْمًا

Artinya, “Dan siapa saja yang berpuasa sehari di bulan Muharram maka berhak baginya baginya setiap hari mendapat pahala 30 hari puasa.” (HR At-Thabarani).

Demikian keutamaan menyantuni anak yatim dan puasa Asyura di bulan Muharram. Semoga kita termasuk orang yang mampu menunaikannya.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا

أما بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰ لِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّار عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Ustadz M Tatam Wijaya, Penulis Keislaman NU Online

12 Amalan dalam Bulan Muharram

Berikut ini adalah 12 amalan yang dapat dilakukan dalam bulan Muharram.

Melakukan Shalat: Shalat adalah ibadah utama dalam Islam yang wajib dilakukan setiap hari. Di bulan Muharram, selain shalat wajib, sangat dianjurkan untuk memperbanyak shalat sunnah, seperti shalat Dhuha, Tahajud, dan lainnya.

Berpuasa: Berpuasa di bulan Muharram, terutama pada hari Asyura (10 Muharram), sangat dianjurkan. Puasa Asyura memiliki keutamaan dapat menghapus dosa-dosa kecil setahun yang lalu.

Menyambung Silaturahim: Menjaga hubungan baik dengan keluarga, saudara, dan teman-teman adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Di bulan Muharram, menyambung silaturahim dapat menambah pahala dan membawa keberkahan.

Bersedekah: Memberikan sebagian harta kepada yang membutuhkan merupakan amalan yang sangat dianjurkan, apalagi di bulan Muharram. Sedekah dapat membersihkan harta dan hati, serta mendatangkan rahmat Allah.

Mandi: Mandi sunnah, terutama pada hari Asyura, dianjurkan sebagai bentuk kebersihan fisik dan spiritual. Mandi ini diharapkan dapat membawa kesegaran dan keberkahan.

Memakai Celak Mata: Memakai celak mata adalah sunnah Nabi Muhammad SAW yang dianjurkan dilakukan, terutama di bulan Muharram. Selain memiliki manfaat kesehatan, ini juga merupakan bentuk mengikuti sunnah Nabi.

Berziarah kepada Ulama (baik yang hidup maupun yang meninggal): Mengunjungi ulama yang masih hidup untuk mengambil ilmu dan mengunjungi makam ulama yang telah wafat untuk mendoakan mereka merupakan amalan yang sangat baik di bulan Muharram.

Menjenguk Orang Sakit: Menjenguk orang yang sakit adalah salah satu bentuk kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama. Amalan ini sangat dianjurkan di bulan Muharram karena dapat menguatkan ikatan sosial dan memberikan dukungan moral kepada yang sakit.

Menambah Nafkah Keluarga: Memberikan lebih banyak nafkah kepada keluarga di bulan Muharram merupakan bentuk kebaikan dan kasih sayang. Ini dapat mempererat hubungan keluarga dan mendatangkan keberkahan.

Memotong Kuku: Memotong kuku merupakan salah satu sunnah fitrah yang dianjurkan. Di bulan Muharram, melakukan ini dengan niat menjaga kebersihan dan mengikuti sunnah Nabi sangat dianjurkan.

Mengusap Kepala Anak Yatim: Mengusap kepala anak yatim merupakan amalan yang menunjukkan kasih sayang dan perhatian terhadap anak-anak yatim. Amalan ini sangat dianjurkan di bulan Muharram karena mendatangkan rahmat dan pahala yang besar.

Membaca Surat Al-Ikhlas Sebanyak 1000 Kali: Membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 1000 kali di bulan Muharram merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Surat Al-Ikhlas memiliki keutamaan yang besar dan membaca ini dengan penuh khusyu’ dapat mendatangkan pahala yang banyak.

Amalan-amalan tersebut dapat meningkatkan ketakwaan dan membawa banyak keberkahan di bulan Muharram.

Meraih Keistimewaan di Tahun Baru Hijriah

UIM – 8 Juli 2024 bertepatan Tahun Baru Islam, yaitu 1 Muharram 1446 H. Artinya hari tersebut dapat dijadikan sebagai muhasabah bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri agar melakukan aktivitas yang lebih baik dari tahun kemarin.

Seorang ulama Mazhab Syafii bernama Muhammad bin Salim dalam Kitab Isadur Rafik menasihatkan kepada para pembacanya bahwa penjagaan iman dan takwa dalam kehidupan sehari-hari adalah sebuah fardu ain yang tidak bisa ditinggalkan. Jangan sampai melakukan berbagai aktivitas yang dapat menodai keimanan seorang Muslim.

Imam Nawawi Al Bantani di dalam buku karangannya Tanqihul Qaul juga mengingatkan kepada kita bahwa keimanan manusia itu dapat bertambah dan berkurang. Indikasi bertambah dan berkurangnya dengan ketaatan dan kemaksiatan:

الإيمان يزيد بالطاعة وينقص بالمعصية

Artinya: “Iman bertambah dengan menjalankan ketaatan dan berkurang dengan melakukan kemaksiatan.”

Imam Al Ghazali juga berpesan melalui Kitab Ihya Ulumiddin agar orang beriman itu selalu menjaga iman dan takwanya. Sebab, kesalahan dan kedzaliman yang dilakukan manusia di dunia akan menghentikan langkahnya menuju darul niam atau surga.

Mereka tertahan karena harus menyelesaikan kesalahannya termasuk dosa yang berkaitan dengan manusia. Misalnya mencuri, mengambil hak orang lain, menganiaya, dan lainnya. Bahkan kesalahan tersebut sewaktu-waktu harus ditukar dengan kebaikan yang dimilikinya. Hingga habis amal baiknya.

Alhamdulillah sebuah kalimat yang mudah dan ringan diucapkan atas kenikmatan yang diberikan oleh Allah ternyata kita hari ini masih diberi kesempatan untuk tetap hidup dalam keadaan beriman dan menikmati kehidupan dunia.

Muharram bukan hanya bulan Tahun Baru Islam, tetapi juga salah satu bulan yang diistimewakan oleh Allah. Sebagaimana ditegaskan di dalam Surat At Taubah (9): 36. Allah mengistimewakan bulan ini di dalam rangka memberikan kesempatan bagi manusia untuk menyucikan diri untuk menggapai maghfirah dan ridha Allah.

Al-Qurtubi menuliskan di dalam tafsirnya bahwa Allah akan melipatgandakan segala amal baik yang dilakukan oleh manusia pada bulan-bulan mulia tersebut. Artinya ibadah dan amal saleh yang dilakukan pada bulan ini nilainya akan berbeda jika dilakukan pada bulan lainnya.

Demikian juga sebaliknya, keburukan yang dilakukan pada bulan yang mulai akan dilipatgandakan dosanya.

Di antara amal ibadah yang direkomendasikan diamalkan pada Muharram ini sebagaimana dinasihatkan oleh Abdul Hamid dalam Kitab Kanzun Naja wa Surur fi Ad’iyyati Tasyrahus Surur:

فِى يوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ * بِهَا اثْنَتَانِ وَلهَاَ فَضْلٌ نُقِلْ
صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالمِاً عُدْ وَاكْتَحِلْ * رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ
وَسِّعْ عَلَى اْلعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا * وَسُوْرَةَ الْاِخْلاَصِ قُلْ اَلْفَ تَصِلْ

Artinya: “Ada sepuluh amalan di dalam Bulan ‘Asyura, yang ditambah lagi dua amalan lebih sempurna. Puasalah, shalatlah, sambung silaturahim, ziarah orang alim, menjenguk orang sakit, dan celak mata.

Kemudian usaplah kepala anak yatim, bersedekah, mandi, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, membaca Surat Al-Ikhlas 1000 kali.”

Gus H Muhammad Alvi Firdausi

"Hobi" Judi Online, Berayat Tapi Terabai

Rektor UIM Al-Gazali: Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag

UIMHobi (Hubb; Bahasa arab) artinya kesenangan atau kecintaan. Sejatinya adalah hal-hal kesenangan yang dicintai dalam hidup yang produktif untuk diri seseorang. Hobi bisa menjadi refreshing dalam menambah mood dalam kehidupan sehari-hari.

Kebiasaan buruk yang merusak diri hakikatnya bukanlah hobi tapi candu. Jika seseorang kecanduan, akan kehilangan kontrol dalam diri karena didorong oleh rasa suka yang mendalam sehingga otak tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Muncul rasa senang di otak dengan mendeteksi sesuatu yang menyenangkan sehingga selalu ingin diulangi. Otak merespon dengan mengeluarkan hormon dopamin yang dikenal sebagai hormon kesenangan. Hormon ini akan meningkat ketika seseorang merasa puas, bahagia, dan senang terhadap sesuatu. Inilah yang saya maksud candu menjadi hobi (dalam tanda kutip).

Kesenangan main judi online yang bisa diakses melalui layar hp yang ada dalam genggaman, kini tampil dengan berbagai jenisnya seperti slot online, poker online, taruhan judi bola, live casiono games dan lain-lain. Judi tidak lagi dalam bentuk konvensional seperti dahulu kala. Dengan internet, judi online bisa menyasar semua lapisan umur, lapisan strata sosial, tidak terbatas waktu dan tempat.

Bisa diakses di kamar tidur, di kantor tempat kerja, atau bahkan sambil dalam keadaan rapat atau sidang juga berselancar dengan jenis-jenis yang ada dalam judi online.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebutkan perputaran uang judi online di Indonesia dalam kurun triwulan pertama 2024 telah mencapai Rp 600 triliun. Jumlah yang sangat fantastis, jika disalurkan dalam bentuk modal UMKM maka tidak ada lagi orang miskin di Indonesia. Bahkan dapat membangun puluhan kota-kota besar selevel Jakarta di Indonesia atau menyelesaikan pembangunan IKN yang sementara berjalan.

Konon, ada seribuan anggota DPR/DPRD yang terlibat judi online, demikian laporan PPATK. Selain di Majelis Permusyawaratan Rakyat, terjadi juga di tempat lain dan profesi lainnya. Di kalangan polisi yang seharusnya berada di garda terdepan dalam memberantas judi online, justru terjadi hal yang sangat memilukan, seorang anggota polisi wanita (polwan) membakar suaminya hidup-hidup di Mojokerto, Jawa Timur akibat suami terlibat judi online.

Benar Firman Allah SWT dalam QS. al-Maidah 91 bahwa judi mengakibatkan permusuhan dan kebencian, karena menghalangi seseorang dari zikir dan sembahyang. Tak orang yang berjudi bagus zikir dan salatnya, sekalipun ada orang yang tidak salat namun tidak pernah berjudi.

Tidak heran jika hasil survei Drone Empirit menyebutkan pemain judi slot dan gacor di Indonesia mencapai 201.122 pemain. Meninggalkan jauh Cambodia di peringkat kedua dengan 26.279 pemain judi slot.

Indonesia yang jumlah penduduknya hampir 280 juta, 87% populasi terbesar dari umat Islam. Gambaran muslim Indonesia sesungguhnya gambaran Indonesia, jika Indonesia baik, maka yang memberi kontribusi besar adalah muslim, sebaliknya jika Indonesia jelek dalam indeks survei, maka pasti muslim yang banyak memberi pengaruh. Jangan sampai populasi terbesar pemain game online sama banyaknya dengan prosentase populasi jumlah muslim di Indonesia, semoga keliru dan jauh dari bayangan itu.

Apakah tidak ada ayat dalam al-Qur’an yang melarangnya? Ternayata QS. al-Maidah 90-91 menjelaskan bahwa judi adalah rijs (najis dan kotoran) yang dapat merusak mental seseorang serta hikmah lainnya di balik larangan judi seperti pertengkaran, membuat seseorang malas beribadah dan lain-lain.

Judi yang dalam Bahasa al-Qur’an disebut dengan maysir, berasal dari yusr artinya mudah. Maksudnya bahwa orang yang bermain judi, dengan mudah keluar dan masuk uangnya. Diperoleh seketika dan melayangpun seketika, pasti sangat merusakan stabilitas harta yang menjadi tujuan hadirnya Syariah yaitu hifdzulmal.

Dalam hukum positif, apakah tidak ada ayat yang mengatur tentang judi online? Ternyata ada UU ITE Pasal 27 ayat 2, pelaku judi online, hukumannya adalah dipidana dengan hukuman penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Pertanyaannya seriuskah pemerintah memberantasnya dari hulu hingga hilir? Sebab di permukaan akan semakin tinggi jumlahnya jika di hulu tidak ditangani dengan tuntas. Semua berpotensi menjadi bandar judi online sekilipun diawali sebagai pemain.

Ternyata judi online dijelaskan dalam banyak ayat, baik ayat al-Qur’an maupun ayat UU ITE, tapi sayang ayat-ayat di atas diabaikan oleh orang-orang Indonesia dan orang-orang muslim. Judi online berayat tapi sayang terabai.

Selamat Datang Para Haji atau Daji

Rektor UIM Al-Gazali: Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag

UIM – Setelah semua rangkaian ibadah haji telah selesai, secara berangsur jamaah haji kembali ke tanah air. Kurang lebih sebulan mereka ditempa dengan lingkungan dan alam tanah haram yang penuh dengan berkah.

“Pesantren” haji diharapkan membentuk karakter yang lebih baik bagi para haji untuk menjadi referensi keteladanan di tengah masyarakat. Tanda kemabruran dalam sebuah riwayat disebutkan demikian, selain ada peningkatan pasca melaksanakan ibadah haji. Semakin banyak yang sudah haji, semakin banyak contoh kebaikan yang menjadi penguatan dalam struktur sosial.

Haji yang juga seakar dengan kata “hujjah” berarti kekuatan, baik personal maupun komunal. Menjadi simbol kesempuranaan pengamalan Islam seperti yang dimuat dalam rukun Islam sebagai rukun terakhir yang dilaksanakan di bulan terakhir kalender hijriyah.

Jika dianalogikan dengan bangunan, bangunan Islam diawali dengan syahadat sebagai pondasinya, lalu diperkuat dengan salat sebagai tiangnya, selanjutnya zakat dan puasa sebagai dindingnya dan terakhir haji sebagai atapnya.

“Atap” haji bisa dimaknai sebagai simbol bangunan keislaman seseorang. Maka orang yang sudah melaksanakan haji, boleh menandai simbol pada dirinya seperti manaruh huruh (H) atau kata “Haji” sebelum namanya. Atau mungkin seperti yang lazim terlihat dalam budaya masyarakat Indonesia terutama masyarakat bugis makassar ketika jamaah haji tiba, mereka menggunakan pakaian kebesaran dengan asesoris haji seperti songkok putih, sorban, jubah dan lain-lain.

Dengan simbol yang melekat pada diri seorang haji, akan membuatnya selalu mawas diri dari hal-hal yang bisa mengurangi kewibaannya sebagai publik figur. Selalu berusaha tampil sempurna dengan prilaku dan akhlak yang baik. Strata sosialnya sudah terkesan mapan dengan kemampuan finansialnya yang cukup untuk biaya ONH (ongkos naik haji) yang tidak sedikit.

Tampil dengan simbol dan titel haji bukanlah suatu larangan jika tidak didasari pada riya dan sum’ah (mau dikata). Tapi jika ada upaya menjaga diri dari hal-hal yang buruk atau sebagai wujud penghormatan dan pemuliaan Tanah Haram dan Manasik Haji yang pernah dinikmati selama berada di “Pesantren” haji, maka adalah sikap dan niat yang mulia.

40 hari hijrah ke tanah haram diharapkan bisa menghadirkan karakter yang baik pada diri seseorang, gelar haji adalah perjuangan (jihad) sepanjang hayat untuk bertahan sebagai teladan kehidupan. Berbagai cara telah dilakukan untuk dapat mewujudkan itu, mulai dari pelajaran berihram, tawaf, sa’i, melontar, wukuf, tahallul hingga doa-doa yang dipanjatkan selama proses haji adalah proses empowering yang sangat dahsyat dalam memberi efek pada diri seseorang.

Kepada mereka kita ucapkan “Selamat datang para Haji” yang siap menjadi pilar dalam struktur sosial bangsa Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. Siap menjadi motor penggerak peradaban menuju masyarakat yang berkerakter.

Selain kekuatan spiritual yang diperoleh dari ibadah haji, peluang memperoleh keuntungan finansial bisa juga didapatkan. Ibadah sambil berbisnis adalah kesempatan yang bisa dilakukan bagi yang melihat peluang itu. Demikian ayat QS. Al-Baqarah: 198 menjelaskan hal itu.

Semakin banyak telapak kaki di satu tempat, semakin banyak potensi bisnis yang dihasilkan. Tidak ada hari yang terlewat dalam setiap menitnya, kecuali kepadatan manusia di Makkah dan Madinah.

Jika ke tanah haram hanya maksud bisnis dan berdagang, maka bukan dinamakan Haji, tapi disebut dengan “Daji”. Para daji yang berbisnis di Makkah memperoleh banyak keuntungan material yang luar biasa. Berbisnis sambil beribadah atau beribadah sambil berbisnis untuk memperoleh kebaikan dunia dan akhirat adalah hal yang disebutkan dalam doa “Rabbanaa aatina fiddunnyaa hasanah wafil akhirati hasanah waqinaa ‘azabannar”. (QS. Al-Baqarah:201).

Kebaikan dunia dan akhirat selalu tertaut dalam lirik doa-doa yang dipanjantkan. Mereka yang mentautkan doanya dengan akhirat, akan memperoleh pahala dari semua usaha dunianya, demikian makna QS. Al-Baqarah: 202.

Karena boleh jadi ada yang memanjatkan doa hanya untuk pengharapan dunia semata seperti harta, kedudukan, dan seterusnya. Mereka yang hanya berorientasi seperti ini mungkin hanya digelar sebagai Daji.

Khutbah Jumat: Tiga Golongan Manusia dalam Al-Quran

UIM – Islam mengajarkan orang beriman untuk meningkatkan kualitas ibadah dan taqwanya kepada Allah Swt. Akan tetapi dalam kehidupannya ada golongan yang menzalimi dirinya sendiri dengan bermaksiat kepada Allah, ada juga golongan pertengahan, dan golongan yang terbaik adalah sabiqun bil khairat, yaitu mereka yang lebih dahulu berbuat kebaikan dan terus menerus meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ، وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ، أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَام ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَاأَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى مَا هَدَاكُمْ لِلإِسْلاَمِ، وَأَوْلاَكُمْ مِنَ الْفَضْلِ وَالإِنْعَامِ، وَجَعَلَكُمْ مِنْ أُمَّةِ ذَوِى اْلأَرْحَامِ. قَالَ تَعَالَى. ثُمَّ اَوْرَثْنَا الْكِتٰبَ الَّذِيْنَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَاۚ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖۚ وَمِنْهُمْ مُّقْتَصِدٌۚ وَمِنْهُمْ سَابِقٌۢ بِالْخَيْرٰتِ بِاِذْنِ اللّٰهِۗ ذٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيْرُۗ

Hadirin rahimakumullah

Segala puji dan syukur kita persembahkan kepada Allah Swt atas segala karunia dan rahmatnya yang senantiasa diberikan kepada hamba-hamba-Nya. Shalawat dan salam kita haturkan kepada Baginda Rasulullah Saw sumber keteladanan dan manusia yang paling mulia di muka bumi ini.

Selanjutnya, tidak lama lagi kita akan menyambut bulan Muharram 1446 H yang menjadi momentum tahun baru Hijriyah. Sebagai orang beriman, kita perlu selalu memperbaharui niat dan semangat dalam rangka beribadah kepada Allah Swt.

Oleh karena itu, pada kesempatan terbaik ini khatib mengajak kita semua untuk selalu bertakwa kepada Allah dan merenungi sebuah ayat Al-Quran yang menjelaskan bahwa ada tiga golongan manusia dalam Al-Quran. Allah swt berfirman:

ثُمَّ اَوْرَثْنَا الْكِتٰبَ الَّذِيْنَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَاۚ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖۚ وَمِنْهُمْ مُّقْتَصِدٌۚ وَمِنْهُمْ سَابِقٌۢ بِالْخَيْرٰتِ بِاِذْنِ اللّٰهِۗ ذٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيْرُۗ

Artinya: “Kemudian, Kitab Suci itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. Lalu, di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Itulah (dianugerahkannya kitab suci adalah) karunia yang besar.” (QS. Al-Fathir ayat 32).

Golongan pertama yang disebutkan dalam firman Allah tersebut adalah dzalimun linafsihi, yakni orang yang menganiaya dirinya sendiri. Disebutkan dalam Tafsir Al-Baghawi:

روي عن أسامة بن زيد في قوله – عز وجل – : ” فمنهم ظالم لنفسه ” الآية ، قال : قال النبي – صلى الله عليه وسلم – : ” كلهم من هذه الأمة

Artinya: “Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid dalam Firman Allah, “faminhum dhalimun linafsihi”, Rasulullah Saw bersabda: Semua dari mereka berasal dari umat ini.” (Imam Al-Baghawi, Ma’alimut Tanzil [Riyadh, Darut Taibah, tt] Jilid VI, halaman 421)

Menurut Imam Baghawi, golongan pertama ini tidak hanya zalim terhadap diri sendiri, tetapi juga terhadap orang lain.

Hadirin rahimakumullah
Golongan kedua, yakni muqtashid atau golongan pertengahan, yaitu orang-orang yang kebaikannya berbanding dengan kesalahannya. Sedangkan kelompok yang ketiga yakni sabiqun bil khairat, golongan orang-orang yang lebih dahulu dalam berbuat kebaikan, yaitu orang-orang yang kebaikannya amat banyak dan amat jarang berbuat kesalahan.

Imam Baghawi menyebutkan 3 golongan ini sebagaimana berikut:

وقال أبو بكر الوراق : رتبهم هذا الترتيب على مقامات الناس ، لأن أحوال العبد ثلاثة : معصية وغفلة ثم توبة ثم قربة ، فإذا عصى دخل في حيز الظالمين ، وإذا تاب دخل في جملة المقتصدين ، وإذا صحت التوبة وكثرت العبادة والمجاهدة دخل في عداد السابقين .

Artinya: “Abu Bakar Al-Warraq berkata: Beliau menyusunnya dalam urutan ini sesuai dengan keadaan manusia, karena keadaan hamba itu ada tiga: Jika ia bermaksiat, maka ia masuk ke dalam golongan orang-orang zalim, jika ia bertaubat, maka ia masuk ke dalam golongan orang-orang salih, jika ia bertaubat, maka ia masuk ke dalam golongan orang-orang yang pertengahan, dan jika ia bertaubat, beribadah, dan berusaha, maka ia masuk ke dalam golongan orang-orang yang terdahulu.”

Hadirin rahimakumullah

Golongan pertama mengingatkan kita pada umat terdahulu yang zalim kepada dirinya sendiri bahkan kepada kaumnya lalu dibinasakan oleh Allah, seperti kaum Ad, sebagaimana firman Allah Swt.

وَاَمَّا عَادٌ فَاُهۡلِكُوۡا بِرِيۡحٍ صَرۡصَرٍ عَاتِيَةٍۙ ‏ سَخَّرَهَا عَلَيۡهِمۡ سَبۡعَ لَيَالٍ وَّثَمٰنِيَةَ اَيَّامٍۙ حُسُوۡمًا ۙ فَتَرَى الۡقَوۡمَ فِيۡهَا صَرۡعٰىۙ كَاَنَّهُمۡ اَعۡجَازُ نَخۡلٍ خَاوِيَةٍ‌ فَهَلۡ تَرٰى لَهُمۡ مِّنۡۢ بَاقِيَةٍ‏

Artinya: “Sedangkan kaum ‘Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin. Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus; maka kamu melihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka?” (QS Al-Haqqah: 6-8)

Begitu juga dengan golongan kaum Tsamud sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran:

فَعَقَرُوا النَّاقَةَ وَعَتَوۡا عَنۡ اَمۡرِ رَبِّهِمۡ وَ قَالُوۡا يٰصٰلِحُ ائۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَاۤ اِنۡ كُنۡتَ مِنَ الۡمُرۡسَلِيۡنَ فَاَخَذَتۡهُمُ الرَّجۡفَةُ فَاَصۡبَحُوۡا فِىۡ دَارِهِمۡ جٰثِمِيۡنَ

Artinya: “Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya. Mereka berkata, “Wahai Shalih! Buktikanlah ancaman kamu kepada kami, jika benar engkau salah seorang Rasul. Lalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka.” (QS Al A’raf : 77-78)

Hadirin rahimakumullah Sayyidina Abubakar adalah contoh bagaimana menjadi orang yang berlomba dalam kebaikan melebihi sahabat lainnya. Rasulullah Saw bersabda:

عن أبي هريرة ، قال : قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم : ” من أصبح منكم اليوم صائما ؟ ” قال أبو بكر : أنا ، قال : ” فمن تبع منكم اليوم جنازة ؟ ” قال أبو بكر : أنا ، قال : ” فمن أطعم منكم اليوم مسكينا ؟ ” قال أبو بكر : أنا ، قال : ” فمن عاد منكم اليوم مريضا ؟ ” قال أبو بكر : أنا ، فقال رسول الله – صلى الله عليه وسلم : ” ما اجتمعن في امرئ إلا دخل الجنة . رواه مسلم في الصحيح عن ابن أبي عمر

Artinya: “Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah Saw bertanya (kepada para sahabat), Siapakah di antara kalian yang pada hari ini berpuasa? Abubakar berkata, ‘Saya.’ Rasulullah bertanya lagi, Siapakah di antara kalian yang hari ini sudah mengiringi jenazah? Maka Abubakar berkata, ‘Saya’. Beliau kembali bertanya, Siapakah di antara kalian yang hari ini memberi makan orang miskin? Maka Abubakar mengatakan, ‘Saya’ Lalu beliau bertanya lagi, ‘Siapakah di antara kalian yang hari ini sudah mengunjungi orang sakit.’ Abubakar kembali mengatakan, ‘Saya’. Maka Rasulullah Saw pun bersabda, ‘Tidaklah ciri-ciri itu terkumpul pada diri seseorang melainkan dia pasti akan masuk surga.'” (Imam Baihaqi, Sunan al-Kubra, [Kairo, Darul Makrifah,] jilid IV, halaman 189, No. 7635).

Kisah dalam Hadis ini menjadi ibrah kepada umat Rasulullah untuk menguatkan mental sebagai orang beriman dalam beribadah kepada Allah.

Hadirin rahimakumullah

Mari kita tingkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan kepada Allah Swt dan tidak menzalimi diri sendiri agar kita masuk dalam golongan sabiqun bil khairat.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْن

Ustadz: Azmi Abubakar

Kajian Integrasi Keilmuan

UIM NEWS – Kajian Integrasi Keilmuan, Dekan Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali Dr. Ir. Saripuddin Muddin, M.T., sebagai narasumber yang berlangsung di Masjid As-Shahabah UIM, Kamis (6/6/2024).

Pada kajian ini, Dekan FT UIM Al-Gazali membawakan topik tentang “Meneropong Kemajuan Teknologi Besi, Transportasi dan Konstruksi Era Digital“.

Kajian ini bertujuan untuk membahas berbagai kemajuan teknologi yang terjadi di bidang besi, transportasi, dan konstruksi di era digital.

Saripuddin Muddin mengungkapkan bahwa Penting untuk terus mengikuti perkembangan teknologi terbaru dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

“Yang namanya perkembangan teknologi dan perubahan yang terjadi penting untuk kita terus mengikuti perkembangan dan beradaptasi,” Jelasnya.

lanjutnya, beliau juga menekankan bahwa pentingnya integrasi keilmuan dalam pengembangan teknologi.

“Perlu memang kolaborasi disiplin ilmu demi menciptakan inovasi-inovasi baru pada bidang ini terkhususnya di Kampus kita tercinta,” Tegasnya.

Kajian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang kemajuan teknologi besi, transportasi, dan konstruksi di era digital.

Selain itu, kajian ini juga diharapkan dapat mendorong civitas akademika UIM Al-Gazali untuk terus belajar dan berinovasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Harlah UKM Seni Akustik UIM yang ke 18

UIM NEWS – Peringatan Hari Lahir UKM Seni Akustik Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali yang ke-18 berlangsung di Gedung Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan lantai 1, Sabtu (01/06/2024).

Kabag Kemahasiswaan, Alumni, dan Kampus Aswaja Fathuddin, S.Sos yang hadir saat itu menekankan bahwa UKM Seni Akustik UIM untuk terus tetap berkarya.

“Saya harap dengan berjalannya organisasi ini selama 18 tahun UKM Seni Akustik UIM terus tetap berkarya,” Pungkasnya.

Lanjutnya, beliau juga mengungkapkan bahwa selama 18 tahun UKM Seni Akustik UIM berkarya menandakan bahwa organisasi ini telah banyak berkontribusi untuk UIM.

Peringatan Hari Lahir UKM Seni Akustik Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali yang ke-18 berlangsung di Gedung Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan lantai 1

Peringatan Harlah ini juga merupakan refleksi perjalanan dan prestasi UKM Seni Akustik UIM selama 18 tahun dalam mewarnai dunia seni di Universitas Islam Makassar Al-Gazali.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan pemotongan tumpeng yang memiliki makna sebagai rasa syukur sekaligus ajaran hidup kebersamaan dan kekeluargaan.

Semoga UKM Seni Akustik UIM selalu menjadi wadah yang positif bagi para mahasiswa UIM untuk mengembangkan bakat dan minat mereka dalam bidang seni.