Mengenang Warisan Perjuangan Puang Ramma, Rektor UIM Hadiri Haul ke-18

UIM NEWS – Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag menghadiri kegiatan Haul ke-18 KH. Sayyid Djamaluddin Assegaf Puang Ramma di Aula Arafah, Asrama Haji Sudiang Makassar, Minggu (11/02/2023).

Prof. Muammar didampingi Wakil Rektor II, Badruddin Kaddas, M.Ag., Ph.D, Kepala Biro, Ahmad Najib, S,Ag., M.Ag, dan para pimpinan fakultas.

Selain itu, ribuan jemaah Pengurus Pusat Jamiyyah Khalwatiyah Syekh Yusuf Al Makassary memadati lokasi kegiatan tersebut. Termasuk beberapa pejabat tinggi daerah hingga tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Selain berdoa dan berzikir.

Turut hadir juga pada kegiatan tersebut, Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, Kapolda Sulsel, Andi Rian Ryacudu Djajadi.

Acara tersebut melibatkan pemaparan kaledioskop perjalanan dakwah, pembacaan wasiat, dan pemaparan manaqib yang berisi cerita dan riwayat kehidupan oleh Syekh Sayyid Abdul Rahim Assegaf Puang Makka.

Prof. Muammar mengatakan kegiatan tersebut adalah momentum mengenang kebali sosok tokoh teladan yang kharismatik dan ulama sufi.

“Momentum hari haul ini mengingatkan kita dengan seorang guru, sosok teladan kita semua yang kharismatik, sosok ulama sufi yang kami kagumi,” ujarnya.

Ketua Umum Jam’iyah Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassari, Anwar Abubakar, disampaikan bahwa jumlah jamaah Tarekat Khalwatiyah terus bertambah, dengan Puang Makka sebagai pemimpinnya mencapai lebih dari 40.000 pengikut yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara.

Puang Ramma, tokoh kharismatik, ulama sufi, dan pejuang umat sepanjang era Jepang, Belanda, Orde Lama, hingga Orde Baru, memberikan dampak signifikan dalam aktivitas keagamaan di Sulawesi Selatan, terutama saat menjadi anggota Dewan Konstituante pada tahun 1955-1959.

“Karenanya pengikut, murid dan Ajaran Puang Ramma menembus jauh ke seluruh pelosok Nusantara,” sebutnya.

Mengenang Puang Ramma yang wafat 15 Sya’ban 1427 (8/9/2006) telah memasuki haul ke-18 tahun atas wafatnya tokoh kharismatik dan ulama sufi ini mengingatkan kita pentingnya untuk mengikuti sosok beliau sebagai ulama sufi, dan pejuang umat dalam empat zaman, sejak masa Jepang, Belanda, Orde Lama, dan Orde Baru, yang banyak mewarnai aktivitas keagamaan masyarakat di Sulawesi Selatan, namun pengaruhnya ternyata menembus jauh ke seluruh pelosok Nusantara, terutama sejak dipercaya menjadi anggota Dewan Konstituante, tahun 1955-1959.

Haul dalam bahasa Arab diartikan setahun memperingati wafatnya seseorang yang dimuliakan. Tujuannya adalah untuk mengenang jasa-jasanya. Sama halnya dengan seorang anak yang baru lahir ada aqikah pada hari ketujuh atau bagi yang wafat ada hari ketujuh sebagai rangkaian dari takziah sampai untuk acara tahunan sebagai padanan dari haul bagi yang masih hidup diistilahkan dengan Ultah, Happy Birthday atau untuk instansi tertentu misalnya Kemenag adalah HAB, ormas Islam adalah Milad, untuk negara adalah HUT.