Gugus Jaminan Mutu Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan Universitas Islam Makassar (GJM FKIP UIM Al-Gazali) melakukan Benchmarking yang merupakan salah satu kebutuhan akreditasi dalam penjaminan mutu perguruan tinggi dengan melibatkan empat ruang lingkup penting: input, proses, produk atau hasil, serta outcomes yang didalamnya terkait akreditasi dan kualitas lulusan, Senin (28/08/2023).

UIM NEWS – Gugus Jaminan Mutu Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan Universitas Islam Makassar (GJM FKIP UIM Al-Gazali) melakukan Benchmarking yang merupakan salah satu kebutuhan akreditasi dalam penjaminan mutu perguruan tinggi dengan melibatkan empat ruang lingkup penting: input, proses, produk atau hasil, serta outcomes yang didalamnya terkait akreditasi dan kualitas lulusan, Senin (28/08/2023).

Benchmarking diterapkan sebagai upaya perbaikan mutu pendidikan dengan membandingkan praktik terbaik dari lembaga lain. Kegiatan Ini melibatkan studi banding untuk memahami dan mengadopsi praktik terbaik. Konsep benchmarking melibatkan Niteni (memperhatikan), Niru (mencontoh), dan Nambahi (mengadaptasi). Benchmarking membantu lembaga mencapai perubahan budaya, perbaikan kinerja, dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia melalui pembelajaran yang berlangsung secara terus menerus dan sistematis.

Hal tersebutlah yang melatar belakangi GJM FKIP UIM yang diketuai Sadaruddin, S.Pd., M.Pd., untuk melakukan benchmarking di Universitas Bosowa.

“Adapun yang menjadi tujuan kunjungan kami ini adalah untuk sharing informasi terkait pengelolaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) FKIP Universitas Islam Makassar (UIM Al-Gazali) dengan FKIP Universitas Bosowa dan benchmarking akreditasi internasional” kata Sadaruddin dalam pengantarnya.

Turut hadir Badruddin Kaddas, S.Ag., M.Ag., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan, Kemahasiswaan, ICT, dan Kampus Aswaja UIM Al-Gazali mendampingi tim GJM FKIP UIM Al-Gazali.

Badruddin dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan tim GJM FKIP UIM Al-Gazali untuk sharing terkait praktik baik Universitas Bososwa terkhusus proses akreditasi Program Studi PGSD FKIP Unibos yang baru-baru ini mendapatkan predikat akreditasi “Unggul” dari Lamdik.

“Sekarang, kita sebagai perguruan tinggi swasta perlu melakukan kolaborasi antar perguruan tinggi lain, bukan sebagai kompetitor”, Pungkas Badruddin.

Sambutan hangat pihak Universitas Bosowa oleh Wakil Rektor I Unibos Prof. Dr. Haeruddin Saleh, S.E., M.Si. yang menegaskan pentingnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.

“Dorong jabatan fungsional dosen ke lektor kepala, dorong akreditasi setiap prodi menjadi Unggul, karena masyarakat sekarang semakin cerdas dalam memilih Perguruan Tinggi untuk anaknya, mereka tahu bahwa yang berkualitas itu berdasar pada predikat akreditasinya”. Ucap Dr. Haeruddin Saleh.

Sarana dan prasarana juga kita maksimalkan dengan pemanfaatan gedung-gedung milik yayasan, seperti pemanfaatan gedung menara bosowa sebagai tempat perkuliahan pascasarjana, tambahnya.

Tim GJM FKIP UIM Al-Gazali yang ikut berkunjung Dr. Nur Afni, S.Pd., M.Pd., dan Kabag Kemahasiswaan UIM Al-Gazali. Kegiatan diakhiri dengan pemberian cendramata pihak UIM Al-Gazali kepada pihak Unibos dan foto bersama. Semoga silaturahmi ini terjaga dan berlanjut.

Leave a Comment