Rektor UIM Buka Puasa Bersama Jurnalis

SAMBUTAN Rektor UIM, DR Ir Hj Andi Majdah M Zain MSi (tengah) memberikan sambutan di sela-sela buka puasa bersama dengan awak media, baik cetak, oline, dan televisi di Pelataran Kampus baru UIM, Minggu (9/5/2021).

UIM News — Rektor Universitas Islam Makassar (UIM), DR Ir Hj Andi Majdah M Zain MSi, bersama Wakil Rektor, Kepala Biro, dan Kepala Bagian lingkup UIM buka puasa bersama dengan awak media, baik cetak, oline, dan televisi di Pelataran Kampus baru UIM, Minggu (9/5/2021).

Majdah menyampaikan terima kasih banyak atas support rekan media selama ini. Apalagi, dengan kinerja Kabag Humas dan Kerja Sama UIM, Dr Wachyudi Muchsin SH MKes, yang dikenal dengan Dokter Koboi bersama tim Humas telah banyak memberikan ruang sinergi positif dengan media. Dimana untuk lingkup Lembaga Perguruan Tinggu Nahdlatul Ulama (NU) memberikan kepada Universitas Islam Makassar sebagai perguruan tinggi terbaik V seluruh Indonesia dari 275 Perguruan Tinggi NU seluruh Indonesia.

Di bawah kepeminpinan Majdah yang juga Bendahara Forum Rektor Perguruan Tinggi NU (PTNU) ini, LLDikti Wilayah IX memberikan tiga penghargaan LLDikti IX Award, yakni kategori perguruan tinggi swasta akademik dengan peningkatan kinerja tertinggi kategori univeritas, nominasi perguruan tinggi swasta dengan persentase capaian sertifikasi pendidik tertinggi kategori universitas, dan penghargaan kategori perguruan tinggi swasta dengan kinerja terbaik se-Sulsel.

“Semua prestasi ini adalah kerja keras semua pihak keluarga besar UIM tidak ada yang bisa bekerja sendiri perlu kerja tim yang solid, tanpa itu mustahil bisa mendapat penghargaan lima besar dari LPTNU termasuk penyebaran informasi melalui media,” ujar Majdah.

Sementara, Kabag Humas dan Kerja Sama UIM, Dr Wachyudi Muchsin SH MKes, mengucapkan terima kasih kepada sahabat media yang selama ini memberi dukungan.

Pada kesempatan ini, Dokter Koboi menjelaskan manfaat puasa untuk kesehatan bisa membuat proses detoks dalam tubuh setelah sebulan puasa serta bisa meningkatkan daya ingat.

Dengan perubahan plastisitas otak, karena puasa bisa dirasakan setiap individu yang melakukannya dalam jangka panjang. Kalau plastisitas meningkat secara otomatis kapasitas memori juga meningkat. Selanjutnya ini meningkatkan daya ingat karena ruang memori di otak meningkat.

“Jadi, meskipun puasa kadang membuat sulit berkonsentrasi, karena kadar glukosa yang turun, namun dalam jangka panjang puasa justru memberi manfaat untuk otak,” beber Dokter Yudi.■ yud/fir