AG Drs KH Muhyiddin Zain, Tokoh Pendidikan Tinggi Islam Sulsel (4)

Memimpin Institut Agama Islam Negeri Alauddin 

UIMsmart News — Ustaz Muhyiddin termasuk orang pertama di Makassar yang menyandang  gelar sarjana dari perguruan tinggi agama Islam negeri. Ini merupakan suatu bentuk kepeloporan di bidang pendidian Islam. 

Kondisi ini memungkinkan dengan cepat ia diberi kepercayaan untuk memimpin fakultas. Kondisi itu ditunjang oleh pengalaman sebagai guru dan dosen di  Yogyakarta serta wibawa keilmuan dan sifat-sifat yang dikagumi orang yang bergaul  dengannya. Sejak bertugas di Makassar ia diberi kepercayaan menjadi Dekan Faklutas tarbiyah sebagai cabang dari IAIN Sunan Kalijaga yogyakarta. 

Dua fakultas cabang lainnya, yaitu Fakultas Syariah dipimpin oleh Drs. h. Umar Syihab (Prof. Dr. H Umar Syihab) sebagai dekan, dan Fakultas Ushuluddin  dipimpin oleh KH  Ali Yaie (Prof KH Ali Yaie) sebagai dekan. Pada tanggal 10 november 1965 IAIn Alauddin didirikan secara resmi yang merupakan gabungan dari tiga fakultas pada waktu itu. 

Rektor pertama adalah Haji Aroepala, yang juga menjabat sebagai Walikota Makassar. Untuk memenuhi persyaratan empat fakultas pada setiap institut pada waktu itu, maka dibukalah Fakultas Adab dan tugas sebagai dekan dipercayakan kepada Drs H Muhyiddin Zain.

Pakar bahasa Arab pada waktu itu masih kurang, maka dapat dimaklumi jika kemudian tugas itu dipercayakan kepada beliau, merangkap sebagai Dekan Fakultas tarbiyah. 

Kurang dari dua tahun setelah pendirian IAIN Alauddin, pada tanggal 28 januari 1967 Ustaz Muhyiddin dilantik sebagai rektor. Pelantikan ini merupakan realisasi dari  hasil rapat pada tanggal 30 november 1966. 

Pengembangan fakultas cabang meningkat tajam jumlahnya selama kepemimpinan Ustaz Muhyiddin sebagai rektor. Perkembangan ini merupakan respons terhadap permintaan  umat di berbagai daerah. Pada masa kepemimpinannya (1967-1972), didirikan sejumlah fakultas.

Yaitu: 1) Fakultas Adab (23 november 1967) di Makassar; 2) Fakultas tarbiyah Cabang Kendari (18 April 1968); 3) Fakultas tarbiyah Cabang Pare-pare (18 April 1968); 4) Fakultas tarbiyah Cabang Palu (18 April 1968); 5) Fakultas Syariah Cabang watampone (6 April 1968); 6) Fakultas Ushuluddin Cabang Palu (6 Agustus 1968); 7) Fakultas Dakwah Cabang Bulukumba (30 September 1970); 8) Fakultas tarbiyah Cabang Bau-bau (30 September 1970); dan 9) Fakultas tarbiyah Filial Gorontalo. 

Fakultas itu telah berubah status menjadi IAIN, yakni Gorontalo, Palu, Palopo dan Kendari. Dua lainnya masih berstatus STAIN, yakni STAIN Parepare dan watampone. Sementara itu, dua fakultas cabang dilikwidasi, yaitu cabang Bulukumba dan Bau-bau. 

Adapun Fakultas Adab tetap merupakan salah satu fakultas di  IAIN Alauddin yang sekarang telah berubah menjadi UIN Alauddin. Pada masa kepemimpinan Ustaz Muhyiddin dibuka pula beberapa Sekolah Persiapan IAIN yang sederajat dengan SMA  di beberapa daerah, terutama di Sulawesi Selatan. Di antaranya SP IAIN Makassar, watan Soppeng, Polewali, Parepare, Watampone, Bulukumba, Bau-bau, dan Ternate. 

Sekolah ini kemudian berubah nomen klatur menjadi madrasah Aliyah negeri sekitar awal tahun 1980-an. SP IAIN watan Soppeng mempunyai ilial di salah satu  ibukota kecamatan yang jaraknya 30 km dari sekolah induk di ibukota kabupaten.■ bersambung/fir

*) Makalah penelitian berjudul “HAJI MUHYIDDIN ZAIN: Tokoh Pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Selatan” Oleh HM Hamdar Arraiyyah (Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Jakarta Pusat)