UIM jadi Mitra BUMN untuk Magang Mahasiswa Bersertifikat

UIMsmart.News — Universitas Islam Makassar (UIM) salah satu dari 300 PTN/PTS se-Indonesia yang akan bermitra dengan BUMN seluruh Indonesia untuk program Magang Mahasiswa Bersertifikat.

Hal ini diungkapkan Rektor UIM Dr Ir Hj A Majdah M Zain MSi di sela menghadiri “Talk Show Penguatan Program Magang Bersertifikat” yang dilaksanakan oleh Forum Human Capital Indonesia (FHCI) di Assembly Hall Menara Mandiri, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

“Alhamdulillah, gayung bersambut ini sesuai dengan apa yang saya jelaskan dan sesuai harapan tentang karir dan tracer study,” ujarnya didampingi Wakil Rektor I UIM Prof  Prof Dr H Arifin Hamid SH MH.

Sehari sebelumnya, Majdah memaparkan sejumlah program dan rencana UIM merespon arah baru kebijakan pendidikan nasional “Merdeka Belajar Kampus Merdeka” di hadapan seluruh pejabat struktural, dosen dan karyawan UIM di auditorium AGH M Zain, Selasa (11/2/2020).

Dengan adanya peluang kerjasama dan kemitraan ini, Ketua Muslimat NU Sulsel itu, mengajak seluruh sivitas akademika UIM mempersiapkan mahasiswa untuk program Mahasiswa Magang Bersertifikat tersebut.

Insya Allah tambah Majdah, pihaknya segera akan mengeluarkan Peraturan Rektor tentang magang dan student exchange. “Jika sudah ada aturan yang telah dirumuskan akan kami segera sosialisasikan ke mahasiswa,  pimpinan dan seluruh dosen,” ucap Bendahara ICMI Sulsel ini,

FHCI penyelenggara kegiatan talkshow itu merupakan forum yang dibentuk oleh para pengurus sumber daya manusia di perusahaan-perusahaan BUMN.

FHCI sebenarnya telah menggelar dan menjalin kerja sama untuk magang bersertifikat sejak 2018.

“Program magang bersertifikat ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa tapi juga BUMN karena terciptanya ‘link and match’ kebutuhan industri dengan perguruan-perguruan tinggi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN, Yuni Suryanto.

Yuni berharap nantinya program magang bersertifikat tidak hanya diterapkan bagi para mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi namun juga bagi masyarakat yang memiliki standar kelulusan sekolah vokasi seperti diploma dan Sekolah Menengah Kejuruan.

“Karena masih banyak lulusan SMA ataupun SMK, mereka yang perlu mendapatkan magang sehingga punya pengalaman dan bisa diterima untuk bekerja,” kata Yuni.

Hingga 2020, FHCI telah merekrut sebanyak 16.500 mahasiswa dari 300 perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk melakukan program magang yang bersertifikat di 143 BUMN selama satu semester atau 6 bulan.■fir