Universitas Islam Makassar (UIM) menandatangani nota kesepahaman dengan Perpustakaan Nasional (Pusnas) dalam pengembangan dan layanan digital library (Perpustakaan digital)

Universitas Islam Makassar (UIM) menandatangani nota kesepahaman dengan Perpustakaan Nasional (Pusnas) dalam pengembangan dan layanan digital library (Perpustakaan digital).

Penandatangan itu dilakukan langsung oleh Rektor UIM DR Ir Hj A Majdah M Zain MSi dengan Kepala Pusnas Drs HM Syarif Bando MM di Auditorium KH Muhyiddin Zain, Kampus UIM, Makassar, Senin (6/1/2020).

Melalui kerja sama tersebut memungkinkan seluruh Civitas Akademika UIM bisa leluasa mengakses seluruh koleksi dan literatur pustaka milik Perpustakaan Nasional di Jakarta secara online.

“Jurnal ilmiah kita saja ada 3 miliar artikel dengan kemampuan server bisa melayani 2 juta pembaca tiap detik,” jelas Syarif Bando.

Usai penandatanganan itu langsung dibuka layanan pendaftaran keanggotaan Pusnas kepada seluruh dosen dan mahasiswa UIM.

Sebelumnya, Majdah dalam sambutannya mengungkapkan ia berharap besar UIM dikenal karena perpustakaan yang dikembangkan.

“Jika pembangunan gedung baru kampus selesai, saya mau perpustakaan dahulu yang diisi. Karena kemajuan sebuah institusi pendidikan tinggi itu dilihat bagaimana perpustakaannya,” urainya.

Majdah menyebut bagaimana universitas dunia seperti Oxvord dan Harvard semua perpustakaannya hebat-hebat. “Perguruan tinggi itu membangun kecerdasan, tak akan terbangun kecerdasan tanpa perhatikan perpustakaan,” tegasnya.

UIM saat ini sedang membangun gedung perpustakaan empat lantai. Majda berambisi perpustakaan milik UIM untuk menjadi perpustakaan percontohan di Indonesia.

“Kita bangun perpustakaan terbaik. Yang akan menunjang suasana lingkungan civitas rajin, aktif merenung untuk hasilkan karya, menulis dan penemuan untuk kepentingan bangsa,” urai Majdah.